Kasubdit Penindakan Pelanggaran (Dakgar) Ditgakkum Korlantas Polri Kombes Pol I Made Agus Prasetya. (Istimewa)

Perekam Pelanggaran Lalin di Jateng Dipastikan Berkompeten

Polisi yang memegang kamera handphone (HP) sebagai penunjang sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (e-TLE) mobile di Jawa Tengah dipastikan berkompeten. Mereka tidak akan salah dalam merekam pelanggaran lalu lintas (lalin).

“Jadi petugas-petugas menggunakan perangkat ini kan dia kualifikasinya penyidik dan penyidik pembantu. Jadi dia punya otoritas khusus, sesuai sprint (surat perintah) dari Kasatlantasnya,” kata Kasubdit Dakgar Subdit Gakkum Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Kombes Made Agus saat dikonfirmasi, Selasa, 24 Mei 2022.

Made mengatakan anggota yang mengambil gambar pelanggaran lalu lintas juga dipantau tim yang berada di command center. Perangkat yang digunakan juga dapat terlacak, seperti lokasi, jam pengambilan gambar, dan sebagainya selama bertugas.

Menurut dia, perekaman pelanggaran lalin tak bisa dilakukan masyarakat sipil. Kepolisian perlu menjaga kualitasnya untuk menjadi barang bukti elektronik yang diakui di pengadilan.

“Kalau masyarakat juga enggak boleh, kan keabsahannya itu darimana dapatnya. Karena ini kan harus dibuktikan di pengadilan, bukti elektronik itu,” ungkap dia.

Dia meyakini polisi tak akan melakukan pelanggaran setelah adanya sistem tersebut. Sebab, polisi tak akan bersentuhan langsung dengan pelanggar. Setelah gambar pelanggaran direkam, command center langsung memproses untuk menerbitkan surat tilang.

“Jadi nanti tidak ada petugas yang meng-capture itu, mengirim (surat tilang) sendiri. Itu mekanisme kontrol dari back office atau command center,” kata dia.

Made mengatakan belum banyak wilayah yang menerapkan sistem e-TLE mobile. Baru tiga provinsi yang memiliki mekanisme e-TLE mobile.

Wilayah tersebut ialah Sumatra Selatan yang diletakkan di kendaraan roda empat. Lalu, Kalimantan Timur dan Jawa Tengah yang menggunakan handphone.

Di Jawa Tengah ada 350 e-TLE mobile yang tersebar di 35 polres. Sementara itu, kepolisian masih melakukan riset untuk menerapkan e-TLE mobile di Jawa Timur.

“Itu untuk pelanggaran-pelanggaran yang sifatnya tematik, seperti tidak pakai helm, kemudian melanggar arus, kemudian juga ada yang melanggar parkir,” ucap Made.

Sumber: https://m.medcom.id/nasional/hukum/zNPm8G7b-perekam-pelanggaran-lalin-di-jateng-dipastikan-berkompeten

You may also like...

Popular Posts