Salah satu pelanggar lalu lintas di CCTV pada hari keempat pemberlakuan denda tilang Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Jl Kolonel H Barlian depan Trakindo, Sukarami KM 8 Palembang, Jumat (4/2/2022) sore.

Hari Kelima Penerapan Kamera ETLE di Palembang, Masih Banyak Pengendara tak Taat Aturan

PALEMBANG — Pantauan di kamera CCTV pada hari keempat pemberlakuan denda tilang Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Jl Kolonel H Barlian depan Trakindo Sukarami KM 8,5 Palembang masih belum berkurang, Sabtu (5/2/2022).

Masih seperti hari biasanya oknum pengendara yang melakukan pelanggaran terlihat jelas melintaa di bawah jepretan blitz lampu rekaman kamera CCTV yang berfungsi mengawasi selama 24 jam.

Meski terbilang masih sore, sepertinya tidak berpengaruh bagi pengendara yang tetap santainya tak memperdulikan kamera CCTV E-Tilang yang memotret para pelanggar lalu lintas.

Tak hanya melawan arah, oknum pengendara ini juga banyak yang tidak mengenakan helm, bahkan ada yang berboncengan tiga orang, tidak mengenakan sabuk pengaman di mobil.

Begitu juga banyak pelanggar yang dari arah fly over simpang bandara yang hendak ke arah Polda yang tidak mengenakan helm dengan santainya melewati jepretan lampu blitz CCTV E-Tilang.

Kamera tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), sudah dipasang oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) di sembilan titik jalan di Kota Palembang Sumsel dan dendanya mulai diberlakukan sejak 1 Februari 2022.

Yakni di Jalan Kol H Burlian KM 8,5, R Sukamto, Jendral Sudirman di Pos Lantas Simpang Charitas dan di depan Rumah Makan Sederhana Palembang.

Lalu, di depan Dealer Honda Jalan A Yani Plaju, Lampu Merah Plaju-Kertapati, Jalan Wahid Hasyim atau di depan Mitsubishi serta Jalan Gubernur Hasyim Ashari Jakabaring Palembang.

“Tidak tahu kalau kamera ETLE sudah diberlakukan, ya jadi saya nyantai aja,” ujar Krismunandar Warga Sukabangun II Palembang.

Melalui sosialisasi E-Tilang di berbagai media, pengendara yang melakukan pelanggaran, akan langsung menerima surat konfirmasi setelah dikirim ke rumah masing-masing. Yakni, berdasarkan catatan pemilik nomor kendaraan yang terdata.

Pelanggar wajib membayar denda sesuai Undang-Undang (UU) Lalu Lintas.

Nantinya, pelanggar akan menerima surat maksimal tiga hari kerja, dari petugas setelah kedapatan melanggar dan dikirim ke alamat sesuai plat kendaraan tercantum.

Apabila pelanggar tilang ETLE tidak memiliki kelengkapan berkas pengendara, seperti Surat Izin Mengemudi (SIM), maupun mati pajak kendaraan, akan diakumulasi sesuai pasal lalu lintas yang berlaku.

Setelah menerima surat tilang ETLE, lanjut Pratama, petugas akan mengecek apakah benar yang bersangkutan melakukan pelanggaran.

Jika tidak sesuai, seperti kendaraan sudah dijual atau yang melanggar saat membawa kendaraan bukan pemilik kendaaran tersebut, petugas akan melakukan konfirmasi lanjutan.

Untuk denda jika pelanggar yang bukan pemilik kendaraan, akan dikonfirmasi. Karena maksimal tiga bulan kendaraan, harus sudah berganti.

Sumber: https://palembang.tribunnews.com/2022/02/05/hari-kelima-penerapan-kamera-etle-di-palembang-masih-banyak-pengendara-tak-taat-aturan?page=all

You may also like...

Popular Posts