Berlaku di Batam 28 April, Begini Proses e-Tilang Diterapkan

Tilang elektronik (e-tilang) atau electronic traffic law enforcement (E-TLE) akan segera diberlakukan di Batam. Direktorat Lalu Lintas Polda Kepri sudah memiliki mekanisme tersendiri untuk memproses setiap pelanggaran dilakukan masyarakat di jalan raya.

Direktur Lalu Lintas Polda Kepri, Kombes Mujiono, mengatakan, e-tilang tidak langsung dikeluarkan begitu ada rekaman pelanggaran. Ada beberapa tahapan dilalui. ”Salah satunya akan ada verifikasi,” katanya, Kamis (15/4).

Unit Regional Traffic Management Center (RTMC) Polda Kepri akan memproses setiap pelanggaran yang terekam Closed Circuit Television (CCTv). Nomor pelat kendaraan akan dicocokkan dengan pengendara atau pemilik kendaraan yang baru.

Apabila ditemukan kendaraan yang digunakan saat pelanggaran, belum melakukan mutasi atau balik nama, maka Samsat akan memblokir sementara waktu dokumen kendaraan tersebut.

”Jadi tilang yang datang itu, benar-benar pelanggaran dilakukan masyarakat. Si A yang melanggar, Si A ditilang. Makanya ada verifikasi sebelum dikeluarkan surat tilang online,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Mujiono meminta masyarakat segeralah melakukan mutasi atau balik nama. Setiap terjadi jual beli mobil seken, mutasi hal yang pertama harus dilakukan masyarakat.

”Jangan beli mobil saja, tapi tidak mau melakukan mutasi atau balik nama,” tuturnya.

Pemberlakuan e-tilang ini diyakini Mujiono dapat meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah). Karena masyarakat akan lebih taat pajak dan melakukan mutasi sesegera mungkin. ”Bagi yang belum balik nama, balik nama sekarang,” tegasnya.

Sebagai informasi, e-tilang dapat diterapkan bagi masyarakat yang melanggar marka jalan, melampui batas kecepatan, menerobos lampu merah, tidak menggunakan sabuk keselamatan, menggunakan ponsel saat berkendara, dan tidak menggunakan helm.(*/jpg)

Berikut Rangkaian Proses e-Tilang;

1. Perangkat E-TLE secara otomatis akan menangkap pelanggaran lalu lintas yang dimonitor dan mengirimkan media barang bukti pelanggaran ke back office E-TLE.

2. Petugas mengidentifikasi data kendaraan menggunakan Electronic Registration & Identifikasi (ERI) sebagai sumber data kendaraan.

3. Petugas mengirimkan surat konfirmasi ke alamat kendaraan bermotor untuk permohonan konfirmasi atas pelanggaran yang terjadi. Setelah mendapatkan surat konfirmasi, pemilik kendaraan wajib mengonfirmasi tentang kepemilikan kendaraan dan pengemudi saat terjadi pelanggaran. Jika kendaraan yang tertangkap kamera E-TLE bukan miliknya, maka harus segera dikonfirmasi.

4. Pemilik kendaraan bisa melakukan konfirmasi via website atau datang langsung ke kantor Sub Direktorat Penegakan Hukum. Pelanggar memiliki batas waktu sampai 8 hari dari terjadinya pelanggaran untuk melakukan konfirmasi.

5. Setelah dikonfirmasi, petugas menerbitkan e-tilang dengan metode pembayaran via BRIVA (BRI Virtual Account) untuk setiap pelanggaran yang terverifikasi untuk penegakan hukum.

sumber : https://batampos.co.id/2021/04/16/berlaku-di-batam-28-april-begini-proses-e-tilang-diterapkan/

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *