Cegah macet & kriminalitas, Kota Malang tambah CCTV di persimpangan

Kemacetan menjadi problem serius, seiring dinamika Kota Malang yang terus berkembang. Ruas-ruas jalanan sehari-hari dipenuhi pemandangan kepadatan arus lalu lintas, ditambah lagi persoalan turunan yang diakibatkan dari kondisi tersebut.

Pemerintah Kota Malang melaunching program Area Traffic Control System (ATCS) dalam rangka memecah konsentrasi arus lalu lintas dan keamanan di jalan raya. kamera tersebut akan terintegrasi di ruang pantau di Kantor Dinas Perhubungan, Balai Kota Malang dan Polresta Malang.

“Kota Malang memiliki 40 titik persimpangan, 15 di antaranya sudah terpasang kamera yang dipantau di Kantor Dishub. Dalam waktu dekat juga akan mendapat sumbangan kementerian untuk 9 titik senilai Rp 7 miliar,” kata Wali Kota Malang, Mohammad Anton dalam launching ATCS di Kantor Dishub Kota Malang, Rabu (26/8).

Pemasangan kamera di ruang publik semula hanya sebagai ‘mata’ dari Dishub untuk memantau kondisi arus lalu lintas. Petugas di lapangan akan mengatur alur setelah mendapatkan laporan pemantauan lewat CCTV.

Namun dengan program ATCS, fungsinya meningkat menjadi alat pemecah tingkat kemacetan. Masyarakat bisa mengakses informasi yang tersedia, sehingga bisa mengambil jalur yang dianggap lenggang.

CCTV akan diefektifkan fungsinya dengan bekerja sama dengan radio dan televisi lokal untuk disiarkan dalam waktu-waktu tertentu. Saat jam padat, sekitar pukul 06,30 WIB, 12.00 WIB, 16.00 WIB dan 18.00 WIB akan disiarkan oleh televisi dan radio.

“Sebelum berangkat kerja atau ke luar rumah, masyarakat bisa menonton TV atau radio. Dari situ masyarakat bisa mengambil keputusan, jalan mana yang dianggap lenggang,” katanya.

Handi Priyanto, Kadishub Kota Malang mengungkapkan, empat CCTV di lokasi strategis bisa diakses oleh televisi dan radio lokal untuk dipublikasikan. Kini sedang disiapkan untuk terintegrasi dengan 11 Kamera yang lain. Tidak lama lagi, juga akan ditambah 25 PJU (penerangan jalan umum) yang dilengkapi dengan CCTV. Kamera tersebut mampu merekam selama 24 Jam selama satu bulan.

Selain berfungsi sebagai sarana pemecah kepadatan arus lalu lintas, juga dimanfaatkan menjadi alat pemantau keamanan. Beberapa kali kasus curanmor dan pengrusakan di beberapa titik terungkap lewat kamera CCTV milik Dishub.

“Selama ini kejahatan yang terjadi di jalan raya bisa termonitor oleh Dishub. Pelaku kejahatan bisa terdeteksi. Harapannya Kota Malang menjadi kota teraman,” katanya.

Lebih banyak CCTV yang terpasang, kata Handi, akan lebih baik karena daerah pantauannya akan lebih luas. Langkah ini menjadi bagian upaya pemerintah memberi kemudahan dan rasa aman.

Kapolresta Malang AKBP Singgamata akan mengoneksikan 12 kamera yang dimiliki Polres dengan program ATLS milik Dinas Perhubungan. Polres selama ini memiliki Makota Call Centre, sehingga secara fungsi akan diintegrasikan.

“Program ini sangat berguna untuk antisipasi kejahatan, baik untuk pengungkapan maupun penangkapannya, terutama di daerah yang padat,” katanya.

Lewat kamera-kamera tersebut para pengendara bisa dipantau secara langsung. Sekaligus kalau ada tindakan kriminal bisa ditindak.

Sumber : https://www.merdeka.com/peristiwa/cegah-macet-kriminalitas-kota-malang-tambah-cctv-di-persimpangan.html

 

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *