300-400 Pengendara Langgar ETLE di Jakarta, Didominasi Terobos Lampu Merah

Sudah sepekan kepolisian menerapkan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik di Jakarta. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar menyebut, ada 300-400 kendaraan yang melanggar dari hasil ETLE itu.

“Rata-rata 300 sampai 400 kendaraan yang ditilang. karena yang lain kita melakukan edukasi saja sih. Itu per hari,” katanya kepada wartawan, Kamis (2/4).

Menurutnya, 300-400 pengendara yang melanggar masih didominasi menerobos lampu merah atau marka stop line. Biasanya pengendara melanggar di sekitaran jalan MPR/DPR.

“Itu didekat jalan MPR/DPR, halte timah arah Utara, Slipi, Setiabudi Selatanitu termasuk yang paling sering. Titik ETLE terpasang terus terjadi pelanggaran tinggi,” kata dia.

Meksi begitu, kata dia, polisi belum menindak pengendara dengan mengirimkan surat tilang. Pihaknya masih melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pengendara yang melanggar di jalan dan tertangkap ETLE.

“Artinya di kamera 41 tambahan dan ETLE mobile itu kita masih lakukan edukasi. karena semenjak kita launching sampai sekarang pasti masyarakat butuh informasi kan,” ucapnya.

“Tapi rencana tetap kita akan sosialisasikan agar masyarakat terbiasa misal oh jalur busway sudah ada CCTV dan jalan tol ada CCTV nah ini kita masifkan,” tandas Fahri.

Untuk diketahui, sebanyak 98 kamera tilang elektronik telah terpasang di sejumlah ruas jalan di Jakarta sejauh ini.

Dari jumlah itu, ada tambahan sebanyak 41 kamera yang terpasang di lokasi baru tilang elektronik Jakarta. Kamera-kamera itu di antaranya ada di daerah penyangga Jakarta, jalan arteri ibu kota, jalur busway, hingga jalan tol.

Sumber : https://www.merdeka.com/peristiwa/300-400-pengendara-langgar-etle-di-jakarta-didominasi-terobos-lampu-merah.html

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *