Ganggu Keberadaan Kamera ETLE, Ratusan Lapak PKL dan Keberadaan Parkir Liar di Simpang SGC Dibongkar

Electronic Traffic Law (ETLE) atau tilang elektronik di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat akan segera diterapkan penindakannya.

Untuk tahap awal ETLE akan diterapkan di Lampu Merah Simpang Sentral Grosir Cikarang (SGC) Jalan RE Martadinata, Kecamatan Cikarang Utara.

Untuk itu, agar penerapan berjalan maksimal pedang kaki lima (PKL) dan parkir di lokasi tersebut dilakukan penertibkan.

“Kegiatan penertiban PKL dan parkir liar di sepanjang Jalan RE Martadinata yang sudah diberlakukan ETLE,” kata Kasatlantas Polres Metro Bekasi, AKBP Ojo Ruslani, pada Kamis (1/4/2021).

Ojo menjelaskan penertibkan itu dilakukan bersama jajaran Dinas Perhubungan serta Satpol PP Kabupaten Bekasi.

Penertibkan dilakukan dikarenakan penerapan ETLE untuk ketertiban lalu lintas. Termasuk pelanggaran parkir liar dan PKL yang memakan trotoar hingga bahu jalan.

“Tujuannya kan itu, kawasan SGC ini jadi percontohan menjadi kawasan tertib lalu lintas. Semua aspek, baik dari tertib berkendara maupun tertib dalam mematuhi semua rambu-rambu. Kan ada rambu dilarang parkir juga tidak boleh berjualan diatas trotoar,” ungkapnya.

Kasi Peningkatan Kapasitas dan Perlindungan Masyarakat pada Satpol-PP Kabupaten Bekasi, Ganda Sasmita mengatakan, pihaknya akan secara tegas melakukan tindakan penertiban para PKL yang berjalan di jalan.

“Belum sampai penindakan, tapi kita mulai mengimbau dan mengingatkan agar tidak ada pedagang di sekitaran jalan. Kegiatan ini untuk mensosialisasikan dan memaksimalkan ETLE,” ujarnya.

Adapun Jumlah PKL pedagang sayur yang diberikan himbauan, kata dia, sekitar 100 lapak yang berada di simpang lima depan Sentra Grosir Cikarang (SGC) di dua jalur yakni jalan jalan RE Martadinata dan Jalan Kapten Sumantri.

“Dalam rangka penertiban PKL lapak sayur yang seharusnya mereka mulai berjualan dari pukul 19.00 sampai pukul 06.00 pagi. Jadi kita himbau dan dorong agar pukul 06.30 mereka sudah tidak berjualan lagi di bahu jalan sekitaran SGC,” jelasnya.

Ia memastikan, lalu lintas di jalan yang dipasang kamera tilang elektronk tersebut tidak terhambat pedagang.

Karena, pukul 7.00 WIB, sudah tidak ada pedagang yang berjualan di bahu jalan tersebut.

Diketahui, pedagang berjualan di jalan karena Pasar Cikarang yang sempat mengalami kebakaran itu belum juga dibangun kembali.

Masih tahap diskusi

Sementara pemasangan ETLE di Kota Bekasi masih dalam tahap diskusi antara Satlantas Polres Metro Bekasi Kota dam Pemkot Bekasi.

“Karena sekarang dana yang terpakai untuk penanganan covid dulu. Memang membutuhkan dana yang cukup besar. Jadi masih kami rapatkan terus. Kemungkinan akhir tahun ini,” kata Staf Bin Ops Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, Bripka Bayu Eka saat ditemui di Mapolrestro Bekasi Kota, Jumat (2/4/2021).

Bayu menjelaskan pihaknya juga masih melakukam kajian mengenai ETLE sehingga nantinya sistem bisa terintegrasi.

Namun demikian, beberapa titik jalan telah dilakukan analisis dan kajian sehingga menjadi prioritas saat pengadaan ETLE direalisasikan.

“Pertama di Jalan Ahmad Yani dulu karena di sana paling banyak kendaraan dan intensitas pelanggaran paling banyak di Jalan Ahmad Yani, pusat Kota Bekasi,” kata Bayu.

Titik lain yang kemungkinan bakal dipasang ETLE adalah Jalan Juanda dan HM Joyartono.

Sumber : https://wartakota.tribunnews.com/2021/04/02/ganggu-keberadaan-kamera-etle-ratusan-lapak-pkl-dan-keberadaan-parkir-liar-di-simpang-sgc-dibongkar?page=1

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *