Ini Mekanisme Penindakan Tilang Elektronik ETLE Mobile

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, berinovasi meluncurkan kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mobile yang dapat merekam pelanggaran lalu lintas secara bergerak atau tidak hanya di satu titik. Kamera portable itu dapat merekam sekitar 4 jam, dan mekanisme penindakannya sama seperti ETLE statis.

“Di titik-titik ini dia mampu merekam 4 jam, nanti setelah merekam dia (anggota) kembali ke kantor dan menyerahkan hasil kamera itu untuk tim analisasi melakukan analisa pelanggaran. Dan, mana kala ditemukan pelanggaran dalam waktu paling lama 7 hari, surat tilang sudah sampai rumah pelanggar lalu lintas. Mekanisme pembayaran, pemblokiran sama dengan bagaimana ETLE statis bekerja,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Fadil Imran, di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (20/3/2021).

Dikatakan Fadil, untuk sementara baru ada 30 unit kamera portable ETLE mobile yang dimiliki Ditlantas. Namun, ke depan akan terus ditingkatkan secara kuantitas dan kualitas seiring dengan pengembangan ETLE statis, di DKI Jakarta.

“Sebelum tim bergerak menuju titik yang akan dilakukan surveillance tentu Kabag Ops dari Ditlantas Polda Metro Jaya akan melakukam analisis lokasi yang sering terjadi pelanggaran lalu lintas. Jadi tempat dan waktunya pelanggaran yang sering terjadi. Ini salah satu bentuk manajemen kontrol sehingga anggota tidak seenaknya melakukan pergerakan atau tindakan titik yang akan mereka kerjakan,” katanya.

Kedua, tambahnya, setelah mendapat surat perintah anggota akan melakukan penertiban hasil pelanggaran analisis lalu lintas menuju ke lokasi dan kamera ini akan bekerja. “Tentu dia tidak statis tapi akan mobile di jalur tersebut, akan merekam semua jenis pelanggaran apakah tidak menggunakan helm, apakah melawan arus karena fenomena melawan arus di Jakarta ini sangat banyak potong jalan, kemudian berboncengan tiga dan sebagainya,” tandasnya.

Berdasarkan catatan Beritasatu.com, mekanisme penindakan ETLE dimulai ketika kamera menangkap pelanggaran peraturan lalu lintas di jalan. Pelanggar yang tercapture kamera akan langsung diverifikasi oleh petugas back office di Traffic Management Centre (TMC) Polda Metro Jaya, untuk memastikan validitas identitas kendaraan dan jenis pelanggaran yang dilakukan.

Selanjutnya, petugas akan mengirimkan surat konfirmasi ke alamat pemilik kendaraan melalui PT Pos atau melalui alamat email dan nomor handphone pelanggar. Proses tersebut akan dilakukan 3 hari setelah terjadinya pelanggaran. Dalam surat konfirmasi akan disertakan foto bukti pelanggaraan itu.

Setelah mendapatkan surat konfirmasi, pemilik kendaraan wajib melakukan konfirmasi penerimaan melalui website www.etle-pmj.info atau melalui aplikasi Android ETLE-PMJ. Pemilik kendaraan juga dapat mengirimkan blanko konfirmasi tersebut ke Posko ETLE di Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya. Pelanggar diberikan waktu 5 hari untuk melakukan konfirmasi.

Melalui metode konfirmasi itu, pemilik kendaraan dapat mengklarifikasi siapa yang menjadi subyek pelanggar, termasuk bila kendaraan telah dijual ke pihak lain dan belum dilakukan proses balik nama.

Setelah itu, pelanggar akan diberikan surat tilang biru sebagai bukti pelanggaran serta kode virtual untuk membayar tilang di bank. Selanjutnya, pelanggar diberikan waktu selama 7 hari lagi untuk membayar denda tilang. Jika tidak ada pembayaran akan dilakukan pemblokiran STNK sementara sampai denda tersebut dibayarkan.

sumber : https://www.beritasatu.com/megapolitan/748523/ini-mekanisme-penindakan-tilang-elektronik-etle-mobile

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *