Tanggapan Positif Pengendara Soal ETLE, Memberantas ‘Uang Damai’

Pengguna jalan di Bandung sudah bisa merasakan kehadiran tilang elektronik yang dikenal dengan nama ETLE. Beberapa pengendara menyambut baik sistem tilang yang tidak perlu mengisyaratkan adanya interaksi dengan petugas.

Audry (21), seorang mahasiswi dari luar kota yang biasa bepergian dengan sepeda motor saat merantau di Bandung, mengaku cukup sering merasa perjalanannya terganggu setiap kali ada inspeksi lalu-lintas.

“Waktu kuliah masih normal kan sering buru-buru pergi ke kampus. Nah, pernah beberapa kali di jalan sedang ada razia. Lagi buru-buru seperti itu kan kaget juga kalau tiba-tiba ada petugas yang menghadang,” ujar Audry, Jumat (26/3/2021).

Prosedur tilang ETLE yang tidak mempertemukan petugas dengan pelanggar lalu-lintas pun dinilai oleh Audry sebagai salah satu langkah positif dari kepolisian.

“Kalau nggak ada petugas kan lebih enak. Ngurusin tilangnya bisa nanti lagi jadi nggak makan waktu,” tegas Audry.

Sementara itu, seorang ojek online bernama Agus (37) menilai sistem ETLE dari segi praktik oknum. Menurut Agus, sanksi yang dibayar pelanggar memiliki alokasi yang lebih jelas.

“Daripada jadi kebiasaan makai ‘uang damai’ (oleh oknum) terus, nanti malah jadi kebiasaan,” ujar Agus.

Berbeda dengan Agus dan Audry yang menilai ETLE dengan konotasi positif, Wahyu (24) mengemukakan pendapatnya soal privasi pengguna jalan yang terganggu oleh ETLE.

Menurut Wahyu, privasi setiap orang di era digital itu sudah terkesan tidak berarti, dan sistem tilang elektronik membuat kondisi itu semakin parah.

Sumber : https://ayobandung.com/read/2021/03/26/206122/tanggapan-positif-pengendara-soal-etle-memberantas-uang-damai

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *