Ini Daftar Denda Tilang Elektronik yang Berlaku Mulai Hari Ini

Pelanggaran lalu lintas masih kerap terjadi di berbagai wilayah. Mulai dari surat kendaraan yang tak lengkap, menerobos lampu merah, sampai menggunakan pelat nomor palsu. Pelanggaran lalu lintas juga seringkali menjadi awal mula terjadinya kecelakaan.

Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang telah disahkan pada 2009 namun nyatanya pelanggaran masih terus ada. Untuk meningkatkan ketertiban berlalu lintas, maka tilang elektronik pun digalakkan mulai Selasa, 23 Maret 2021. Kamera pengintai juga telah dipasang. Bahkan beberapa petugas juga dibekali kamera portable.

Lalu apa saja sih jenis pelanggaran lalu lintas dan berapa sanksi denda yang harus dibayar setiap pelanggar? Berikut daftarnya.

1. Pelanggaran terkait SIM dan STNK

Sesuai pasal 281, setiap pengendara kendaraan bermotor yang tidak memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi) akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 4 bulan atau denda paling paling banyak Rp1 juta.

Pasal 282 ayat 2 mengatur setiap pengendara kendaraan bermotor yang memiliki SIM namun tidak dapat menunjukkannya selama razia dipidana dengan pidana kurungan 1 bulan atau denda paling banyak Rp250 ribu.

Sedangkan, menurut pasal 228 ayat 1, setiap pengendara yang tidak dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu.

2. Tidak memasang pelat nomor kendaraan

Pada pasal 280 diatur bahwa setiap pengendara kendaraan bermotor yang tak dipasangi pelat nomor kendaraan dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu. Penggunaan pelat nomor palsu juga akan dikenai sanksi yang sama.

3. Motor dan mobil yang tidak memenuhi persyaratan teknis

Melihat pasal 285 ayat 1, setiap pengendara sepeda motor yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan seperti spion, lampu utama, lampu rem, klakson, pengukur kecepatan, dan knalpot, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp250 ribu.

Pasal 285 ayat 2 menjelaskan bahwa setiap pengendara mobil yang tidak memenuhi persyaratan teknis seperti spion, klakson, lampu utama, lampu mundur, lampu rem, kaca depan, bumper, penghapus kaca dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu.

4. Pelanggaran terkait rambu lalu lintas

Pasal 287 ayat 1 mengatur setiap pengendara yang melanggar rambu lalu lintas dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu.

5. Pelanggaran batas kecepatan

Pasal 287 ayat 5 telah diatur bahwa setiap pengendara yang melanggar aturan batas kecepatan paling tinggi atau paling rendah dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu.

6. Tidak mengutamakan dan menggunakan perangkat keselamatan

Pasal 278 menjelaskan, setiap pengendara mobil yang tidak dilengkapi dengan perlengkapan berupa ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, dan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp250 ribu.

Sementara pada Pasal 289 dijelaskan bahwa, setiap pengemudi atau penumpang yang duduk disamping pengemudi mobil yang tak mengenakan sabuk keselamatan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp250 ribu.

Sesuai dengan pasal 291 ayat 1, bagi setiap pengendara atau penumpang sepeda motor yang tak mengenakan helm standar nasional dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp250 ribu.

7. Penggunaan lampu kendaraan

Berdasarkan pasal 293 ayat 1, setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari dan kondisi tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250 ribu.

Kemudian khusus untuk roda dua, berdasarkan pasal 293 ayat 2, setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 (lima belas) hari atau denda paling banyak Rp100 ribu.

Sementara pada Pasal 294 diatur bahwa setiap pengendara sepeda motor yang akan berbelok atau balik arah tanpa memberi isyarat lampu dipidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp250 ribu.

Itulah sejumlah aturan dan denda terkait tilang elektronik yang mulai diberlakukan hari ini. Yuk lebih disiplin berlalu lintas demi keselamatan bersama.

sumber : https://kaltim.idntimes.com/news/indonesia/yohanes-nugroho/catat-ya-guys-ini-jenis-pelanggaran-lalu-lintas-beserta-sanksinya-regional-kaltim/7

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *