Sumsel Ikut Andil Biayai Program ETLE Alias Tilang Elektronik Rp 10 M, Ini Target yang Ingin Dicapai

DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengungkapkan, APBD telah menganggarkan sekitar Rp10 miliar untuk pemasangan alat elektronik tilang untuk Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik (E-Tilang).

Menurut Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati, ETLE ini menurutnya program dari Kapolri dimana beberapa bulan yang lalu sudah dilaunching .

DPRD Sumsel menurutnya ikut menganggarkan ETLE, karena hal itu bisa menambah PAD Sumsel. Mengingat nantinya termonitor secara otomatis, sehingga pelanggar lalu lintas tidak bisa mengelak lagi, karena tilang masuk dalam suatu sistim.

“ Usulannya kisarannya antara Rp 10 miliar-an untuk memasang alat-alat elektronik tilang (ETLE) dibeberapa titik di Palembang disini di Simpang Charitas, Simpang DPRD ada simpang di Jakabaring. Totalnya sekitar lima atau enam titik yang uji coba, mungkin sudah dilakukan tapi pelanggaran di Sumsel khususnya di Palembang sangat banyak sekali , khususnya di Palembang karena ibu kota,” kata politisi Partai Golkar usai rapat paripurna DPRD Sumsel ini.

Pihaknya berharap dengan adanya ETLE ini masyarakat Sumsel tertib berlalu lintas, tapi pihaknya berharap dengan adanya ETLE ada beberapa PAD yang bisa masuk.

“ E-Tilang sepengetahuan saya belum jalan, coba nanti koordinasi dengan lalu lintas,” tandasnya.

Sebelumnya, Ditlantas Polda Sumatera Selatan (Sumsel) telah melakukan uji coba penerapan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di wilayah Palembang.

Ada dua lokasi yang sudah diterapkan sistem ETLE yakni Simpang Lima DPRD serta di Jalan Sudirman tepatnya di Korem Gapo Palembang.

“ETLE memang sudah diterapkan di Palembang, namun baru berupa uji coba sehingga belum diberlakukan sanksi denda,” ujar Dirlantas Polda Sumsel, Kombes Pol CF Hotman Sirait saat dikonfirmasi, Senin (28/6/2021).

Dari 31.959 pelanggar, sudah ada 43 orang yang dikirim surat cinta alias surat tilang dalam penerapan ETLE di Palembang.

DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengungkapkan, APBD telah menganggarkan sekitar Rp10 miliar untuk pemasangan alat elektronik tilang untuk Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik (E-Tilang).

Menurut Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati, ETLE ini menurutnya program dari Kapolri dimana beberapa bulan yang lalu sudah dilaunching .

DPRD Sumsel menurutnya ikut menganggarkan ETLE, karena hal itu bisa menambah PAD Sumsel. Mengingat nantinya termonitor secara otomatis, sehingga pelanggar lalu lintas tidak bisa mengelak lagi, karena tilang masuk dalam suatu sistim.

“ Usulannya kisarannya antara Rp 10 miliar-an untuk memasang alat-alat elektronik tilang (ETLE) dibeberapa titik di Palembang disini di Simpang Charitas, Simpang DPRD ada simpang di Jakabaring. Totalnya sekitar lima atau enam titik yang uji coba, mungkin sudah dilakukan tapi pelanggaran di Sumsel khususnya di Palembang sangat banyak sekali , khususnya di Palembang karena ibu kota,” kata politisi Partai Golkar usai rapat paripurna DPRD Sumsel ini.

Pihaknya berharap dengan adanya ETLE ini masyarakat Sumsel tertib berlalu lintas, tapi pihaknya berharap dengan adanya ETLE ada beberapa PAD yang bisa masuk.

“ E-Tilang sepengetahuan saya belum jalan, coba nanti koordinasi dengan lalu lintas,” tandasnya.

Sebelumnya, Ditlantas Polda Sumatera Selatan (Sumsel) telah melakukan uji coba penerapan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di wilayah Palembang.

Ada dua lokasi yang sudah diterapkan sistem ETLE yakni Simpang Lima DPRD serta di Jalan Sudirman tepatnya di Korem Gapo Palembang.

“ETLE memang sudah diterapkan di Palembang, namun baru berupa uji coba sehingga belum diberlakukan sanksi denda,” ujar Dirlantas Polda Sumsel, Kombes Pol CF Hotman Sirait saat dikonfirmasi, Senin (28/6/2021).

Dari 31.959 pelanggar, sudah ada 43 orang yang dikirim surat cinta alias surat tilang dalam penerapan ETLE di Palembang.

Terpisah, salah satu warga yang mendapat “surat cinta” dari Ditlantas Polda Sumsel yaitu Ummi Kalsum warga Kompleks PHDM Palembang.

Hal ini dibenarkan sang ibu Ummi, yang saat ditanya apakah memang sudah dapat surat panggilan dari kepolisian tersebut. Sedangkan Ummi Kalsum sendiri sedang dinas luar kota saat itu

“Iya, suratnya sudah dapat beberapa hari lalu. Katanya melanggar lampu merah di Simpang DPRD. Tapi suratnya lebih ke edukasi, belum sampai kena denda,” pungkas ibu Ummi Kalsum.

Sumber : https://sumsel.tribunnews.com/2021/06/30/sumsel-ikut-andil-biayai-program-etle-alias-tilang-elektronik-rp-10-m-ini-target-yang-ingin-dicapai

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *