Poin Maksimal, SIM Dicabut

Para pengendara sekarang tak bisa main-main lagi. Tak hanya pemberlakuan tilang, kini Surat Izin Mengemudi (SIM) sudah memiliki batas pelanggaran. Dengan system poin. Sanksinya, SIM bisa dicabut atas putusan pengadilan.

Aturan baru ini tertuang dalam Peraturan Kepolisian Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan SIM. Ditlantas Polda Jambi pun telah siap menjalankan peraturan baru ini. Kasubdit Penegakan Hukum Ditlantas Polda Jambi, AKBP Wan Agus mengatakan, pihaknya terus melakukan persiapan dalam menerapkan peraturan baru ini.

“Benar, peraturan tersebut sudah berlaku. Tapi sekarang masih tahap sosialisasi, peraturan tersebut telah diundangkan sejak 19 Februari lalu,” kata dia. Lanjutnya, pelanggaran dalam aturan ini dibagi menjadi tiga bagian. Berat, sedang dan ringan.

Masing-masing ada poinnya. Apabila sudah mencapai poin yang ditetapkan, maka SIM pengendara dapat dicabut sementara, atau bahkan permanen sesuai dengan putusan pengadilan.

“Dalam penerapannya, kami akan memaksimal penggunaan E-Tilang untuk membantu memantau pelanggar. Jadi sinergitas antara E-Tilang dan peraturan poin dalam pelanggaran SIM ini akan dapat diterapkan, selain penindakan di lapangan,” jelasnya.

Nantinya pada saat pelanggaran, SIM akan ditandai sesuai perhitungan poin. Lebih lanjut dalam Perpol No 5 Tahun 2021 ini juga disebutkan rincian batas maksimal poin pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Dalam pasal 35 dijelaskan, pelanggaran lalu lintas akan mendapat 1 sampai 5 poin. Disesuaikan dengan jenis pelanggarannya.

Sementara untuk poin kecelakaan lalu lintas, bobot poinnya lebih besar. Mulai dari 5 sampai 12 poin, sesuai dengan ketentuan pasal 36. “Setiap pengendara akan diberikan maksimal batasan 12 dan 18 poin. Jika telah mencapai jumlah poin ini maka pengendara dapat penahanan SIM sementara atau pencabutan SIM secara permanen,” ungkapnya.

Dalam pasal 38, pemilik SIM yang telah mencapai 12 poin akan dikenakan sanksi penahanan atau pencabutan sementara SIM, sebelum putusan pengadilan. Sedangkan pemilik SIM yang sudah mencapai 18 poin, akan dikenakan pencabutan SIM atas dasar keputusan pengadilan.

Karena masih dalam masa sosialisasi, Ditlantas Polda Jambi akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai peratura baru ini melalui sarana media sosial, cetak dan elektronik. Selain itu, juga akan melakukan koordinasi dengan pihak Satlantas Polres dan Polresta jajaran.

Memang, di kalangan masyarakat, belum banyak yang mengetahui tentang aturan ini. Yunus Hidayat (23) warga Telanaipura salah satunya. “Kalau soal teknis peraturannya, saya secara pribadi belum tahu, baru sekarang ini dengar tentang peraturan tersebut. Tetapi pada intinya sebagai warga negara yang baik saya siap mengikuti peraturan tersebut,” kata mahasiswa Fakultas Hukum di salah satu perguruan tinggi Jambi ini.

Sementara itu, Al Amin (25) warga Seberang, mengaku sudah tahu tentang aturan ini. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai ojek online itu sangat mendukung adanya peraturan tersebut.

“Karena akan membuat pengendara-pengendara patuh terhadap peraturan yang ada, jika tidak maka tentu SIM nya akan dicabut,” kata dia.

Sumber : https://jambi-independent.co.id/read/2021/06/21/63582/poin-maksimal-sim-dicabut/

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *