Kronologi Pencurian Sarang Walet di Babulu, Pelaku Rusak CCTV Hingga Sembunyi di Atas Gedung Korban

Seorang pria berisinisal AH (39) warga Desa Labangka, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur diamankan kepolisian dari Polres PPU.

Informasinya, lantaran pelaku diduga melakukan tindak pidana percobaan pencurian sarang burung walet pada Selasa (15/6/2019) dini hari atau kejadian sekitar pukul 01.00 Wita.

Pelaku ditangkap setelah korban atau pemilik walet yait Edy (39) mengetahui bahwa CCTV yang terpasang di gedung walet sudah ditidak bisa dilihat lagi melalui ponsel pintar, smartphone.

Hal itu dijelaskan oleh Kapolres PPU AKBP, Hendrik Hermawan, melalui Kasat Reskrim Polres PPU, Iptu Dian Kusnawan kepada Tribunkaltim . co ditemui di Penajam Paser Utara.

Dia mengatakan, kejadian itu terjadi pada hari Selasa tanggal 15 Juni 2021, persisnya di RT. 013, Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Kronologi Aksi Pencurian

Ketika Korban sedang berada di rumah yang terletak di Rt. 010 Desa Babulu Laut, korban melihat CCTV Gedung sarang walet yang terletak Rt. 013, Desa Babulu Darat melalui handphone korban sudah tidak menyala.

“Lagi offline. Kemudian sensor gedung walet korban langsung berbunyi,” ujar Dian pada Rabu (16/6/2021).

Selanjutnya korban menghubungi penjaga gedung walet korban yang bernama Riduansyah untuk mengecek gedung walet milik Korban tersebut.

Kemudian Korban menuju gedung walet miliknya. Kontan saja. Setelah sampai di lokasi gedung walet.

Korban melihat CCTV miliknya sudah dirusak yang diduga dilakukan oleh si pelaku, kemudian korban dan Riduansyah mulai menyinari ruangan dengan alat senter ke arah seluruh gedung walet.

Atas kejadian itu, kemudian pihak korban menghubungi Polsek Babulu untuk mendatangi gedung walet milik korban.

Setibanya di TKP, Anggota Unit Reskrim kemudian melakukan pemeriksaan dan pencarian pelaku di dalam gedung sarang burung walet.

Setelah dilakukan pencarian, tersangka kemudian ditemukan sedang bersembunyi di bawah atap, di lantai tiga sarang burung walet.

“Setelah dilakukan pencarian di sekitar gedung walet, akhirnya pelaku pencurian tersebut berhasil ditangkap di lantai 3 gedung walet,” kata Dian.

Saat ditangkap, pelaku telah memegang hasil curian berupa 1 (satu) bungkus plastik warna hitam yang berisi sarang waleng.

Sebanyak 1 (satu) buah pisau beserta sarungnya, dan 1 (satu) buah senter.

Atas kejadian tersebut korban melaporkan ke Polsek Babulu.

Akibat tindakan tersebut pelaku akan dikenakan dengan Pasal 363 Ayat 1 Ke-3 Jo. 55 KUHPidana.

Oknum PNS di Penajam Terlibat

Sisi lainnya, ditempat terpisah. Polres Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur berhasil menangkap 7 orang diduga tersangka tindak pidana atas kasus pencurian sarang burung walet milik warga.

Para pelaku tersebut diantarnya adalah MR (24), AP (22), MS (19), H (39), S (31), AL (16), dan R (17) mereka semua memiliki peran masing-masing dalam melancarkan aksinya.

Diketahui dari 7 pelaku tersebut, satu orang merupakan oknum Pegawai Negeri Sipil yang berisinisial S, serta dua lainnya masih duduk di bangku sekolah. Adapun yang menjadi otak pencurian ini adalah supir dengan inisial MR.

“Supir adalah otak dari aksi pencurian dan satu ada yang sebagai Pegawai Negeri Sipil, kita masih kembangkan ini ya,” kata Kapolres Penajam Paser Utara (PPU), AKBP Dharma Nugraha, Senin (17/9/2020).

Adapun peran masing-masing dari 7 pelaku, terdiri dari MR yang mempunyai ide dan mengajak untuk mencuri, menentukan sasaran, merusak bangunan sarang burung walet, menjual dan membagi hasil penjualan sarang burung walet.

Kemudian AP, MS dan H bertugas untuk mengawasi dan menjaga, kemudian S berperan untuk ikut memanen, mengawasi dan menjaga serta menjual.

Sementara H bertugas untuk mengawasi dan menjaga, kemudian S berperan untuk ikut memanen, mengawasi dan menjaga serta menjual.

Adapun yang masih di bawah umur yakni AL bertugas mengawasi dan menjaga dan R bertugas untuk memanen.

Terdapat 3 bangunan sarang buruny walet yang telah dibobol oleh para pelaku diantanya melakukan aksi pada Rabu 16 September 2020 bangunan milik Subrawati yang berlokasi di Kelurahan Gunung Steleng, Kecamatan Penajam serkira pukul 03.00 Wita.

Kemudian pada Minggu 2 Agustus 2020 bangunan milik Ahcmad Hairi yang berlokasi di Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam sekira pukul 01.00 Wita.

Serta pada Kamis 3 September 2020 bangunan milik Toni Irawan yang berlokasi di Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu sekira pukul 23.30 Wita.

Kapolres PPU mengatakan, dalam penangkapan para pelaku yakni pada hari Rabu tanggal 16 september 2020 sekira Jam 09.30 Wita Tim Rajawali mendapat Informasi dari masyarakat bahwa ada orang terlihat mencurigakan yang menawarkan sarang burung walet di seputaran Petung Kecamatan Penajam.

Setelah mendapatkan laporan, anggota melaksanakan penyelidik diseputaran Petung dan mendapati 2 orang mencurigakan tersebut berada di ujung jalur 2 Petung Kecamatan Penajam.

Anggota yang dipimpin oleh IPDA Raymond langsung bergerak sesampainya di ujung jalur 2 Petung untuk mengamankan dan mendapati pelaku tersebut.

Setelah itu, anggota menginterogasi terhadap 2 orang tersebut dan melakukan pengembangan bahwa benar bahwa sarang burung yg di bawa adalah hasil pencurian atau kejahatan dan mendapati 5 orang lainnya yang ikut serta dalam kejahatan tersebut. Kemudian anggota membawa langsung ke Mako Polres PPU untuk ditindak lanjuti.

Dari aksi pencurian oleh para pelaku, Polres PPU berhasil menyita barang bukti diantaranya adalah 1 buah linggis terbuat dari besi yang dipergunakan sebagai alat untuk merusak kunci bangunan sarang burung walet, 1 buah palu besar yang digunakan sebagai alat untuk menjebol bangunan sarang burung walet.

Selain itu, juga 1 buah pahat, 35 buah sarang burung walet hasil tindak pidana pencurian yang belum dijual serta 2 unit sepedah motor yang digunakan untuk menuju TKP.

“Semua sudah dijual (sarang burung walet) jadi ini pengungkapan yang terakhir, tetapi dari hasil pendalaman ada jumlah akumulasi kurang lebih secara nominal puluhan juta rupiah,” kata Kapolres.

Atas perbuatannya, pada pelaku diprasangkakan dengan pasal 363 Ayat 1 ke 4 dan ke 5 KUH Pidana tentang tindak pidana pencurian dalam keadaan memberatkan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Sementara untuk 2 orang yang masih di bawah umur akan dilakukan upaya diversi terlebih dahulu mengingat kedua orang ini masih di bawah umur.

Sumber : https://kaltim.tribunnews.com/2021/06/16/kronologi-pencurian-sarang-walet-di-babulu-pelaku-rusak-cctv-hingga-sembunyi-di-atas-gedung-korban?page=4

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *