Jangan Panik Terima Surat Konfirmasi Tilang Elektronik Sedangkan Kendaraan Sudah Dijual

Penegakan hukum berupa Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik, sudah mulai dilakukan bagi para pelanggar lalu lintas di Kota Pekanbaru.

Paara pengendara yang melakukan pelanggaran di Kota Bertuah, akan terpantau oleh kamera ETLE yang terpasang di 4 titik.

Diantaranya di Jalan Imam Munandar (depan Hotel Alpha), Jalan Tuanku Tambusai (depan Mal Living World), dan di Jalan HR Subrantas (Simpang Tabek Gadang).

Di tiga titik ini, akan dipantau pelanggar yang tidak menggunakan helm, tidak menggunakan safety belt, dan menggunakan handphone.

Sementara itu satu titik lagi, yaitu Jalan Jenderal Sudirman (depan Mapolda Riau lama). Di titik ini, akan dipantau pelanggar yang melanggar alat pemberi isyarat lalu lintas (Apill) dan marka jalan.

Sistem ETLE atau tilang elektronik ini dluncurkan pada Selasa (23/3/2021) lalu. Pasca launching, dilaksanakan sosialisasi selama 1 bulan. Setelah itu, petugas mulai melakukan penegakan hukum.

ETLE adalah penegakan hukum di bidang lalu lintas yang berbasis teknologi informasi, dengan menggunakan perangkat elektronik berupa kamera atau alat yang dapat mendeteksi berbagai jenis pelanggaran.

Sistem ini pun dapat menyajikan data kendaraan bermotor secara otomatis, atau automatic number plate recognition.

Untuk diketahui, adapun jenis pelanggaran yang bisa ditangkap oleh kamera ETLE ini, yaitu pengendara yang menggunakan ponsel saat berkendara, tidak menggunakan helm, tidak menggunakan sabuk pengaman, melanggar rambu atau marka jalan, hingga kendaraan yang melebihi batas kecepatan.

Selanjutnya, setelah melalui proses identifikasi, dalam waktu singkat, petugas pun akan mendapatkan data kendaraan. Termasuk identitas pemilik atau penggunanya.

Lalu petugas akan menerbitkan surat konfirmasi untuk dikirim ke alamat pengendara yang diduga melakukan pelanggaran lalu lintas tersebut.

Surat konfirmasi akan dikirim selambat-lambatnya tiga hari setelah pelanggaran dilakukan.

Setelah itu, pelanggar diberi waktu 8 hari untuk konfirmasi melalui website https://etle-riau.info atau datang langsung ke kantor kepolisian.

Petugas selanjutnya menerbitkan tilang untuk pembayaran denda sesuai jenis pelanggaran setelah melalui tahap verifikasi. Apabila pengendara tidak membayar denda, maka STNK akan diblokir sementara.

Namun dalam pelaksanaannya, ada masyarakat yang protes lantaran ia menerima surat konfirmasi tilang yang dikirim ke alamat rumahnya. Sementara kendaraan sudah dijual kepada orang lain.

Terkait permasalahan ini, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Riau, AKBP Abilio Dos Santos, memberikan penjelasannya.

Pihaknya menganjurkan, setiap jual beli kendaraan, mestinya diiringi dengan proses balik nama terlebih dahulu. Supaya data registrasi dan identifikasi, juga bisa diperbaharui.

“Jadi kalau kendaraan dipakai dan ternyata melakukan pelanggaran, surat konfirmasi tidak dikirim ke alamat pemilik lama. Karena dia belum balik nama dan masih tercatar sebagai pemilik,” jelas dia, Selasa (15/6/2021).

Namun disebutkannya, jika terjadi hal seperti itu, maka pemilik kendaraan lama tidak perlu takut dan khawatir.

“Silahkan laksanakan konfirmasi ke alamat website yang ada di surat konfirmasi, atau bisa lewat nomor pos Subdit Gakkum ETLE Ditlantas Polda Riau. Sampaikan bahwa kendaraan tersebut sudah dijual. Sehingga petugas kami bisa tahu,” jelasnya.

“Kami pemilik lama tahu alamat pemilik kendaraan sekarang, silahkan informasikan ke kita juga. Tapi tetap kita sarankan dari awal kalau ada jual beli, bisa dibalik nama dulu,” imbuhnya.

Jika pemilik kendaraan lama tak melakukan konfirmasi disebutkan Abilio, juga tak masalah. Karena nanti saat pembayaran pajak di akhir tahun di Samsat setempat, STNK kendaraan yang bersangkutan diblokir sementara.

“Sehingga nanti kita tunjukkan nanti bukti pelanggaran, kendaraan yang digunakan, siapa yang menggunakan. Semua data lengkap. Jadi tidak bisa mengelak karena berdasarkan bukti elektronik ETLE yang kita simpan. Sehingga yang bersangkutan diwajibkan membayar dulu denda pelanggaran lalu lintas, baru nanti dibuka blokir STNK-nya,” ulas Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Riau.

Abilio menambahkan, sampai saat ini, ribuan pelanggaran terekam setiap harinya oleh kamera ETLE. Ratusan surat konfirmasi pun dikirim ke alamat pelanggar sesuai identifikasi kendaraannya.

“Yang terekam ribuan, namun kita lakukan verifikasi dulu. Baru kita kirim surat konfirmasi,” terang dia.

sumber : https://pekanbaru.tribunnews.com/2021/06/15/jangan-panik-terima-surat-konfirmasi-tilang-elektronik-sedangkan-kendaraan-sudah-dijual

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *