15 Pelanggar yang Terjaring ETLE di Kutai Barat, Hanya 6 yang Sudah Konfirmasi

Sejak mulai diberlakukan penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Kabupaten Kutai Barat pada tanggal 1 Juni 2020 lalu.

Satlantas Polres Kutai Barat mencatat, setidaknya ada 15 pelanggaran yang tertangkap langsung oleh CCTV mobile yang ada di helm atau kendaraan petugas.

Kasatlantas Polres Kubar AKP Alimudin mengatakan, seluruh pelanggar tersebut sudah dikirimkan surat pemberitahuan bahwa telah melanggar beberapa pasal saat berkendara di jalan raya.

Namun hanya beberapa saja yang melakukan konfirmasi di Satpas Polres Kutai Barat.

“Sejak tanggal 1 Juni 2021 sampai hari ini, jumlah pelanggaran kasat mata yang tertangkap kamera petugas sebanyak 15 pelanggaran,” kata Kasatlantas Polres Kubar, AKP Alimuddin melalui Banit Tilang Satlantas Polres Kubar, Briptu Ade Arianto, Jumat (11/6).

Dijelaskannya pula untuk pelanggaran yang paling sering terjadi adalah tentang penggunaan helm.

Dimana para pelanggar tersebut tertangkap jelas oleh kamera petugas tidak mengenakan helm saat berkendara.

Serta beberapa pelanggaran lainnya seperti berkendara melawan arus dan menerobos lampu merah.

“Kebanyakan adalah tidak menggunakan helm saat berkendara,” tegasnya.

Sementara itu, untuk 15 pelanggar tersebut juga disampaikannya sudah dikirimkan surat pemberitahuan/surat tilang elektronik.

Dimana surat tersebut harus dikonfirmasi kembali agar nantinya tidak dianggap mangkir dan akan diblokir saat pengurusan kelengkapan surat kendaraan.

Seperti halnya pengurusan pembayaran pajak tahunan ataupun STNK.

“Cuma dari 15 pelanggar yang dikirimkan surat, hanya 6 saja yang melakukan konfirmasi. Sisanya sampai saat ini tidak ada melakukan konfirmasi sehingga akan dilakukan pemblokiran pada saat pengurusan surat kelengkapan kendaraan nantinya. Sebelum menyelesaikan denda tilang yang sudah dikirimkan tersebut,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai alamat domisili yang mungkin menyebabkan para pelanggar ini tidak ada melakukan konfirmasi.

Dirinya mengatakan bahwa pelanggar yang diketahui berdomisili cukup jauh ada 2, yakni Kecamatan Siluq Ngurai dan Damai.

“Ada 2 pelanggar yang alamatnya tertera disistem cukup jauh, tapi kebanyakan pelanggar juga berasal dari kawasan ibu kota kabupaten dan di dalam surat tersebut juga ada diberikan jangka waktu konfirmasi kurang lebih selama 5 hari.

Selanjutnya setelah para pelanggar melakukan konfirmasi nanti mereka bisa mengunjungi pos ETLE di Polres Kubar. Tapi nyatanya yang terdata hanya 6 yang melakukan konfirmasi,” Pungkasnya.

Sumber : https://kaltim.tribunnews.com/2021/06/11/15-pelanggar-yang-terjaring-etle-di-kutai-barat-hanya-6-yang-sudah-konfirmasi?page=all

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *