Pelaku Ganti Baju Setelah Eksekusi Qui Hong, Berjalan Santai di Depan CCTV

Pembunuhan sadis yang dilakukan oleh Syamsul Arifin (22) terhadap Qui Hong (66) memang sudah sangat direncanakan.

Bahkan dirinya melakukan sejumlah trik agar aksi kejahatannya tidak diketahui.

Dari rekaman CCTV diketahui kalau pelaku memang sudah matang merencanakan aksi kejinya. Tidak hanya menyiapkan sejumlah peralatan, dia juga tahu jam berapa rumah itu sepi dan hanya Qui Hong yang berada di rumah.

Syamsul Arifin (22) datang kerumah tersebut sekitar pukul 15.25 WIB hal itu diketahui dari rekaman CCTV.

Dia terpantau turun dari sebuah mobil taksi Online dan wajahnya terekam kamera pengawas di pos sekuriti.

Saat datang, pelaku turun dari mobil dengan menggunakan jaket berwarna hitam plus memakai topi dan masker.

Setengah jam berlalu, terlihat pelaku keluar dari perumahan dan memesan Kembali taksi online.

“Kita mempelajari dari pelaku datang hingga pelaku kembali keluar dari perumahan. Sesuai yang kita prediksi,” sebut Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan.

Untuk menghilangkan jejaknya, pelaku membuka jaket saat keluar dari rumah. Namun lagi-lagi dia terpantau oleh rekaman CCTV.

“Keluar dia gak pakai jaket lagi. Dia pakai baju putih lengan panjang. Begitu caranya keluar agar tidak dicurigai sekuritu,” terang Andri.

Pelaku berjalan santai seolah tidak terjadi apa-apa. Padahal baru saja membunuh korbannya dengan cara sadis dan kejam.

Sejauh ini, pelaku terus dimintai keterangan hingga sejumlah fakta baru terungkap dari hasil pemeriksaan.

Cara Polisi Ungkap Kejahatan

Polisi sempat kelabakan untuk mencari pelaku pembunuhan yang menyebabkan tewasnya wanita paruh baya di Kota Batam.

Wanita bermama Qui Hong tersebut awalnya dikira meninggal dalam keadaan sakit.

Namun kecurigaan polisi datang setelah hasil visum membuktikan ada sejumlah luka disekujur tubuh.

Polisi mulai mengintrogasi satu persatu keluarga korban.

Malahan anak korban yang ada di Pekanbaru juga didatangkan ke Batam.

Sejumlah kejanggalan didapatkan oleh Polisi.

Seperti pintu rumah tak terkunci, kunci menggantung di pintu tralis dan adanya sejumlah masakan yang belum selesai dimasak.

Termasuk kopi yang masih hangat dilihat di atas meja yang ditemukan oleh menantunya saat baru sampi di rumah.

Sejumlah keganjilan tersebut membuat polisi semakin curiga.

Apalagi dari hasil keterangan keluarga yakni menantu korban, bahwasanya ibu mertuannya tersebut bukanlah orang yang ceroboh.

Dia tidak akan tidur sebelum menyelesaikan masakannya dan meminum kopi yang dia bikin.

“Dari hasil keterangan keluarga korban, awalnya kami curiga. Seperti sejumlah makanan yang baru setengah dimasak. Kemudian ada gelas kopi yang masih hangat saat menantunya datang,” sebut Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan.

Ternyata sebelum peristiwa naas itu merenggut nyawa korban, Qui Hong sempat menelpone anaknya yang ada di pekanbaru.

Dalam percakapan tersebut dia mengatakan bahwasanya adik iparnya baru saja keluar rumah.

Pernyataan itu juga singkron dengan keterangan anak korban yang baru datang dari Pekanbaru. “Anaknya yang di Pekanbaru itu tidak menyangka kalau orangtuanya dibunuh. Sampai di Batam dia kaget ternyata semua keluarganya dimintai keterangan oleh polisi,” jelas Andri lagi.

Salah satu petunjuk pasti dari hasil keterangan sejumlah keluarga yakni keluarga yakin ibunya bukan tipe orang yang ceroboh.

Korban tidak akan membukakan pintu kecuali dengan orang yang dikenal.

“Seperti misalnya ada orang yang antar paket dari gojek. Dia pasti bertanya itu untuk siapa dari dalam rumah. Kemudian disuruh diletakan di luar. Kemudian setelah orang itu pergi baru dia ambil paket itu keluar,” sebut Andri.

Disana polisi mengambil kesimpulan kalau pelaku pembunuhan adalah orang yang dikenalnya.

Kasus ini mulai sedikit terungkap walaupun belum terang benderang.

Akhirnya polisi memulai membuka CCTV. Dari hasil rekaman CCTV polisi melihat seorang yang mencurigakan datang ke perumahan Everfresh Batam Centre.

Hal itu dicocokan dari jam rumah kosong. Sekitar pukul 13.30 WIB sampai pukul 16.30 WIB saat salah satu keluarga korban kembali datang kerumah.

Terlihatlah seorang yang mencurigakan yang tentunya dikenal oleh keluarga.

Sosok tersebut memang tidak asing dimata anak-anak korban.

Dia adalah Syamsul Arifin mantan anak buah Edi Sugianto yang merupakan anak dari Qui Hong.

Satu nama terlacak dan akhirnya polisi mulai melakukan perburuan.

Disana polisi mendatangi rumah korban yang juga berada dikawasan Batam Centre.

Namun pelaku tidak ada disana, polisi mendapatkan keterangan kalau pelaku berada di rumah pamannya yang ada di Punggur.

Andri Kurniawan selaku kasat reskrim kemudian membagi anggotanya menjadi dua tim.

Ada yang menunggu di rumahnya dan ada yang menyusul di Punggur.

“Dan Alhamdulilah dia berada di Punggur, di tempat rumah pamannya sesuai yang kita prediksi. Pelaku kita tangkap dan sempat melawan,” sebut Andri.

Karena melawan polisi akhirnya menembak kedua kaki pelaku dan pelakupun tumbang.

Residivis Kasus Begal

Polisi terus mendalami kasus pembunuhan Qui Hong di Batam. Diketahui saat ini pelaku bernama Syamsul Arifin (22) sudah ditangkap Satreskrim Polresta Barelang.

Dari hasil pemeriksaan diketahui ternyata Syamsul merupakan residifis kasus begal. Dia pernah dipenjara karena aksi yang meresahkan masyarakat tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan saat ditemui Tribunbatam.id, Kamis (10/6/2021) mengatakan pengakuan itu dari hasil keterangan pelaku kepada penyidik.

“Pelaku pernah ditahan atas kasus begal. Dia merupakan seorang residifis,” sebut Andri.

Selain itu, pelaku juga mengatakan kalau dirinya membawa kabur sejumlah uang milik korban dalam jumlah ringgit, dollar Singapuran dan Rupiah.

Rumah Sepi

Rumah milik Qui Hong (60), korban pembunuhan di Perumahan Everfresh Batam Center, sudah terpasang garis polisi (Police Line), Kamis (10/6/2021).

Pantauan Tribun Batam sekira pukul 16.00 WIB, rumah blok H2 nomor 53A itu tampak sepi.

Pintu depannya tertutup rapat. Hanya tampak sebuah galon kosong di depan rumah.

Menurut tetangga sekitar rumah korban tersebut, sang empunya rumah saat ini tengah berada di Rumah Duka Batu Batam.

“Mereka di rumah duka. Memang kosong sejak kejadian,” ujar tetangga korban yang rumahnya tak jauh dari lokasi kepada Tribun Batam saat ditemui.

Pria yang tak ingin disebutkan namanya itu mengatakan, sosok korban selama ini dikenal pendiam.

Dimana, lanjut dia, korban diketahui tinggal bersama anak dan menantunya.

“Polisi sudah datang dari kemarin,” ungkapnya lagi.

Suasana perumahan sendiri tampak lengang. Hanya beberapa aktivitas warga terlihat di sekitar rumah milik korban.

Beberapa tetangga memilih diam saat ditanyakan terkait kasus pembunuhan keji yang dilakukan oleh Syamsul Arifin tersebut.

Tidak hanya itu, petugas keamanan perumahan juga memilih tak berkomentar. Menurut petugas, kasus ini sudah menjadi wewenang pihak kepolisian.

Sumber : https://batam.tribunnews.com/2021/06/10/pelaku-tukar-baju-setelah-eksekusi-qui-hong-berjalan-santai-di-depan-cctv?page=all

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *