Dalam 5 Bulan Polsek Tarakan Barat Terima 7 Laporan Pencurian, CCTV Warga Bantu Temukan Jejak Pelaku

Insiden tertangkapnya DZ, salah seorang residivis yang memiliki rekam jejak kasus pencurian, menambah daftar panjang kasus yang ditangani Polsek Tarakan Barat mulai Januari 2021 hingga Mei 2021.

Dikatakan Wakapolsek Tarakan Barat, Ipda Jumadi, rata-rata kasus pelaporan masuk dan ditangani pihaknya mencapai tujuh kasus.

“Enam kasus laporan pencurian dan satu pengancaman,” ujar Ipda Jumadi.

Ia mengatakan, sebelum diperkarakan lebih lanjut sudah ada upaya mediasi antarkorban dan pelaku.

Khususnya kasus melibatkan pelaku perempuan, perlakuannya sama yakni upaya mediasi.

“Kemarin pelakunya perempuan. Kami upayakan mediasi. Korban tidak keberatan. Hanya dikasih efek jera, tersangka wajib lapor Selasa dan Kamis,” ujarnya.

Lebih jauh menyoal residivis DZ, memang pihaknya mengakui sudah pernah ketahuan warga dan ia dilaporkan ke Polsek Tarakan Barat.

“Jadi ada yang kita tangkap dari petugas dan penyerahan masyarakat. Termasuk DZ diserahkan warga,” ungkapnya.

Pencurian lainnya, lanjut Jumadi, kebanyakan sebagian terlibat pencurian barang ekektronik dan HP.

“Kalau pelaku ini sangat mudah mengambil barang itu. Orang lengah saat mengecas HP dan ditinggal, bisa langsung hilang,” ujarnya.

Dan akhirnya sepak terjang DZ kembali berhasil dihentikan setelah terlibat satu kasus pencurian sepatu.

Ia terlibat dengan rekannya mencongkel salah satu toko warga di Kelurahan Sebengkok pada 13 April 2021 lalu.

Lebih jauh Jumadi menambahkan, dengan maraknya aksi kejahatan yang terjadi pihaknya makin memperketat penjagaan.

“Kita sudah tiap hari melaksanakan pergantian penjagaan pagi dan malam hari. Dan ditempatkan memantau di kelurahan dan babinkambtimas. Upaya pemeliharaan kita usahakan maksimal,” bebernya.

Begitu juga pemetaan wilayah rawan khususnya saat malam hari atau wilayah gelap kurang penerangan yang berpotensi memberikan ruang pelaku kejahatan.

Ia menyebutkan, daerah rawan pencurian di Kota Tarakan, yakni ada di Kelurahan Karang Anyar dan Selumit Pantai.

“Modus pelaku baisanya kebanyakan kami amankan adalah pada waktu rumah tidak ada jaga, kosong ditinggal pemiliknya dan mereka baru melancarkan aksinya,” jelas Jumadi.

Yang menunjang penyelidikan dan penelusuran jejak pelaku jika warga memiliki CCTV di rumah masing-masing.

“Rumah ada CCTV membantu sekali dalam mengembangkan penyidikan. Kita repot kalau gak ada CCTV. Selain dibantu CCTV juga dibantu warga. Pelaku biasanya tertangkap basah warga. Setelah melakukan aksi dan diteriaki,” ucapnya.

Sumber : https://kaltim.tribunnews.com/2021/06/10/dalam-5-bulan-polsek-tarakan-barat-terima-7-laporan-pencurian-cctv-warga-bantu-temukan-jejak-pelaku?page=2

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *