E-Tilang Polres Cirebon Kota Berpotensi Diundur, Belum Tentu 9 Juni 2021

Sejumlah program kepolisian bergulir dari pusat ke daerah. Terbaru, soal SIM C yang akan dibagi menjadi 3 bagian. Ini akan melengkapi program tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) yang juga sudah diluncurkan beberapa waktu lalu.

Nah, untuk E-TLE, sejauh ini belum menyeluruh di semua daerah. Di Cirebon misalnya, juga belum diterapkan. Sejumlah persiapan memang sudah dilakukan, tapi belum terealisasi.

Ya, pelaksanaan E-TLE tahap dua ini belum dipastikan tanggal pelaksanaannya. Padahal sudah mundur dari waktu yang ditentukan, yakni bulan April 2021 lalu.

KBO Satlantas Polres Cirebon Kota (Ciko) Iptu Joni SH mengatakan rencana penerapan E-TLE (e tilang atau tilang elektronik) belum tentu 9 Juni 2021. Bisa jadi diundur lagi.

Hal tersebut dikarenakan hingga sekarang (6/6) belum ada informasi lebih lanjut dan surat edaran terkait pelaksanakan launching terkait E-TLE.

“Tanggal 9 Juni itu belum dapat dipastikan launching. Hal ini dikarenakan kami belum menerima surat telegram dari Korlantas Polri terkait peresmian E-TLE,” ujar Joni.

Hingga saat ini, menjelang launching E-TLE, Satlantas Polres Ciko terus melaksanakan sosialisasi. Namun, sempat terhenti karena Ramadan dan Idul Fitri. Maka, kembali dilanjutkan paca lebaran di beberapa lampu merah.

Joni juga menambahkan, semua sarana dan pra sarana sudah siap. Hanya tinggal menunggu tanggal kepastian untuk launching sambil melaksanakan pelatihan kepada seluruh anggota yang akan mengoperasikan E-TLE.

“Sarana prasarana sudah siap. Namun tanggal pastinya belum kita tentukan. Tetapi kami terus melatih para operator yang sudah dilatih juga tanggal 27-28 Mei kemarin,” tambah Joni.

Sementara itu, untuk mekanisme tilang, rencananya dilakukan secara elektronik dan manual. Untuk pertama, dikirimkan tilang melalui nomor telepon yang terdaftar sesuai nomor kendaraan di Samsat Kota Cirebon.

Jika kendaraan masih nomor atau alamat lama atau belum dibalik nama, maka akan dilakukan pos giro ke rumah pemilik kendaraan.

Sekadar informasi, untuk titik E-Tilang akan dipasang di enam titik. Yakni pertigaan BTN Krucuk Jl Slamet Riyadi, perempatan Kejaksan, perempatan Asia, perempatan Pusdiklatpri Jl Cipto Mangunkusumo, perempatan Gunungsari dan perempatan Perumnas.

Kemudian, untuk 10 titik kamera pemantau berada di Empal Apud Jl Juanda Tengah Tani, Mundu depan masjid, Terminal Harjamukti, Balaikota–DPRD Kota Cirebon Jl Siliwangi, Perumnas Jl Ciremai Raya, Gunungsari, Kejaksan, Rest Area 207 A dan 208 B.

Sementara dari Jakarta, Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono mengatakan wilayah penerapan tilang elektronik secara nasional diperluas. Untuk tahap II ada penambahan 13 Polda yang akan memberlakukan tilang elektronik. Peluncuran rencana akan dilakukan pada pertengahan Juli 2021.

“Tilang elektronik tahap dua rencananya pertengan Juli nanti, ada sekitar 13 Polda, titik ada banyak, ada penambahan tentunya. Tugas sekarang untuk memastikan, memetakan di mana-mana saja yang pasti untuk kami luncurkan. Kami matangkan benar supaya optimal pelaksanaanya,” katanya, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/6).

Sayangnya, dia tidak merinci ke-13 Polda yang akan menerapkan tilang elektronik tahap dua. Namun peluncurannya direncanakan di Solo, Jawa Tengah. “Kami laksanakan (peluncuran) di Solo, sekitar pertengan Juli,” ungkapnya.

Untuk diketahui pada tahap pertama, tilang elektronik nasional berlaku serentak di 12 Polda dengan jumlah 244 titik kamera tilang elektronik.

Lokasi itu tersebar di 98 titik di Polda Metro Jaya, lima titik di Polda Riau, 55 titik di Polda Jawa Timur, 10 titik di Polda Jawa Tengah, dan 16 titik di Polda Sulawesi Selatan.

Untuk Polda Jawa Barat ada 21 titik, selanjutnya Polda Jambi sebanyak 8, Polda Sumatera Barat berjumlah 10 titik, lalu Polda Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 4 titik kamera, Polda Lampung 5 titik, Polda Sulawesi Utara 11 titik, dan Polda Banten dengan satu titik.

Tilang elektronik merupakan upaya penegakan hukum dengan memanfaatkan teknologi informasi sehingga ke depan penegakan hukum, polisi tidak langsung berinterkasi dengan masyarakat.

Menurut Istiono, jajarannya akan terus mengembangkan inovasi dalam rangka membangun peradaban masyarakat tertib dan patuh terhadap hokum.

Sumber : https://www.radarcirebon.com/2021/06/06/e-tilang-polres-cirebon-kota-berpotensi-diundur-belum-tentu-9-juni-2021/

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *