Polda Bali Mulai Tahap Sosialisasi ETLE di Denpasar, Penerapan Resmi Tinggal Tunggu Launching

Polda Bali sudah mulai melakukan sosialisasi penerapan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) kepada pengendara yang melintas di Simpang Buagan, Jalan Teuku Umar – Jalan Imam Bonjol, Denpasar, Bali.

Direktur Lalu Lintas Polda Bali, Kombes Pol Indra menyampaikan, untuk perkembangan penerapan E-TLE saat ini sudah memasuki tahap sosialisasi oleh jajaran kepolisian.

Sosialisasi dilakukan langsung menyasar ke pengguna jalan yang melintas di Simpang Buagan.

Petugas mendatangi setiap pengendara memberikan flyer dan menjelaskan tentang ETLE.

Selain itu, petugas kepolisian juga membentangkan spanduk E-TLE di kawasan tersebut serta melakukan sosialisasi dengan alat pengeras suara.

Spanduk tersebut bertuliskan ETLE menyokong Denpasar tertib lalu lintas.

“E-TLE untuk sekarang kami masih dalam tahap sosialisasi ke masyarakat, sampai dengan pelaksanaan launching,” kata Indra saat dikonfirmasi Tribun Bali, Selasa 8 Juni 2021.

Indra mengatakan, bahwa dengan dimulainya tahap sosialisasi ini, perangkat E-TLE yang dipasang di Simpang Buagan sudah terintegrasi dan siap beroperasi.

Lanjutnya, untuk resmi berlaku penerapannya atau tahap launching di Kota Denpasar, Bali, dikatakan Indra, masih menunggu informasi lebih lanjut dari Korlantas Mabes Polri.

“Untuk penerapannya masih menunggu kepastian waktu launching dari Korlantas Mabes Polri,” ujar Indra.

Adapun dalam sistem E-TLE, jenis pelanggaran lalu lintas yang ditindak diidentifikasi melalui Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB).

Kemudian surat penilangan dikirim melalui pos ke alamat pemilik kendaraan yang tertera dan wajib dilakukan konfirmasi untuk verifikasi oleh petugas.

Nantinya dalam lampiran surat konfirmasi bakal tertera identitas kendaraan bermotor, meliputi nomor polisi, jenis kendaraan, merk/type, STNK atas nama, Samsat penerbit, masa berlaku STNK, nomor rangka nomor mesin

Sehingga terdapat sejumlah item yang diidentifikasi ditambah foto pelanggaran yang dilakukan, lengkap dengan hari dan waktu kejadian.

Dengan perangkat CCTV ETLE diambil bukti pelanggaran yang valid dan akurat dan hasil tangkapan kamera tersebut keluar sebagai bukti tilang bagi yang tertangkap melanggar.

Kombes Pol Indra menjelaskan, sejumlah jenis pelanggaran lalu lintas yang ditindak utamanya pelanggaran kasat mata tidak taat tata tertib lalu lintas, diantaranya melanggar rambu, termasuk pelanggaran potensial laka, tidak menggunakan helm, menggunakan handphone saat berkendara, tidak menggunakan seat belt, menyerobot lalu lintas dengan kecepatan tinggi, tanpa menggunakan kelengkapan bermotor, dan lainnya.

“Ada beberapa pelanggaran yang bisa tertangkap oleh ETLE misal berkendara tidak tertib lalin, melanggar marka, kecepatan terlampau tinggi, tidak menggunakan helm, menggunakan handphone dan lain sebagainya,” jelas dia.

Selain menerapkan ETLE di Simpang Buagan, pemasangan perangkat ETLE rencananya juga bakal diterapkan di titik-titik lain secara bertahap.

Kombes Pol Indra mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mematuhi aturan berlalu lintas dan mengutamakan keselamatan sesama pengguna jalan.

Diharapkan dengan diterapkannya E-TLE perilaku pengguna jalan dalam berlalulintas akan menjadi lebih tertib.

Sumber : https://bali.tribunnews.com/2021/06/08/polda-bali-mulai-tahap-sosialisasi-etle-di-denpasar-penerapan-resmi-tinggal-tunggu-launching?page=all

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *