3 Bulan Penerapan ETLE di Kabupaten Semarang, 195 Pelanggar Lalulintas Terekam CCTV

Satuan Polisi Lalulintas (Satlantas) Polres Semarang mencatat sebanyak 195 orang pelanggar terekam dalam kamera CCTV sejak diberlakukan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) pada Maret lalu.

Kasat Lantas Polres Semarang AKP Rendy Johan mengatakan dari ratusan pelanggar tersebut rata-rata didominasi pengendara motor.

“Total yang dikenai e-Tilang sesuai rekaman dalam sistem ETLE ada 195 pelanggar lalulintas. Mereka, Rata-rata tidak memakai helm prosentasenya 90 persen pengendara roda dua, dan sisanya roda empat,” terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Senin (7/6/2021)

Menurut AKP Rendy, dari para pelanggar yang terekam ETLE telah melakukan pembayaran denda tilang melalui BRIVA BRI.

Selain menindak pelanggar lalulintas secara elektronik petugas juga memaksimalkan tindakan langsung lewat kamera kopek.

Ia menambahkan, sejak pemberlakukan ETLE tingkat pelanggaran lalulintas dinilai lebih menurun. Setiap hari, petugas yang melakukan patroli hanya menindak maksimal tiga orang.

“Itu yang sifatnya kasat mata, kebanyakan tidak memakai pengaman kepala atau helm ketika mengendarai sepeda motor,” katanya

Dia menyatakan, dari beberapa titik kamera CCTV yang dipasang di wilayah Kabupaten Semarang dan terkoneksi langsung pada sistem ETLE jumlah pelanggar merata tidak terjadi dominasi khusus.

Lebih lanjut, penilangan yang ada petugas tidak melakukan pemberhentian tetapi lebih kepada bentuk pelanggaran kasat mata seperti tidak adanya kaca spion, dan berknalpot brong.

“Rata-rata ini mereka yang terlibat balap liar. Tapi kami memakai sistem online, kita foto atau video kemudian dikirim surat. Rata-rata ini pelanggar didominasi warga Bergas, Ambarawa, dan Ungaran,” ujarnya.(ris)

Sumber : https://jateng.tribunnews.com/2021/06/07/3-bulan-penerapan-etle-di-kabupaten-semarang-195-pelanggar-lalulintas-terekam-cctv

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *