Ditangkap Sebarkan Hoax Penyelewengan Proyek Makam Datu Kelampaian, Pria Ini Mengaku Dibayar

Sempat diamankan oleh masyarakat karena diduga melakukan aksi menyebarkan selebaran hoax, pria yang diketahui bernama Agustian Noor pun mengakui aksinya.

Sekadar diketahui, pada Minggu (6/6/2021) siang, warga mengamankan Agustian Noor karena membagikan selebaran hoax yang menyudutkan pasangan calon (paslon) H Sahbirin Noor-H Muhidin.

Agustian Noor melakukan aksinya di Jalan Prona 1 yang notebene termasuk wilayah Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Kalsel 2020 di Kecamatan Banjarmasin Selatan dan terekam CCTV.

Adapun selebaran yang dibagikan terkait dengan penyelewengan anggaran penataan di makam salah satu ulama besar di Kalsel mencapai Rp 80 Miliar, dan belakangan diketahui adalah hoax.
Selebaran yang dibagikan ini pun tentunya menyudutkan paslon petahana yakni H Sahbirin Noor-H Muhidin.

Warga pun membawa Agustian Noor ke Polresta Banjarmasin untuk diproses secara hukum, dan Agustian Noor pun mengakui aksinya.

Dalam pengakuannya saat dilakukan mediasi dengan tim hukum H Sahbirin-H Muhidin, Agustian Noor pun mengaku melakukan aksi tersebut karena dibayar oleh rekannya dan diketahui terafiliasi dengan tim paslon H Denny Indrayana-Difriadi Drajat (H2D).

“Ulun (saya, red) memang menyebarkan selebaran penataan Datu Kelampayan pada Jumat ba’da subuh seperti yang terekam di CCTV dan viral. Ulun dibayar Rp 400 ribu untuk menyebar satu rim selebaran oleh Arsyad, teman sejak bujangan, yang ulun tahu timnya Pak Denny Indrayana,” kata Agustian Noor.

Masih terkait aksinya tersebut, Agustian Noor pun mengaku sangat menyesalinya dan sekaligus juga menyampaikan permohonan maaf.

“Dari hati paling dalam, ulun memohon maaf atas kekhilafan yang ulun lakukan,” katanya.

Dikonfirmasi terkait pengakuan Agustian Noor, tim hukum H2D yakni Raziv Barokah menerangkan bahwa sebelumnya sudah ada klarifikasi dari Ilham Noor selaku Sekretaris Partai Gerindra Kalsel, yang notebene partai pengusung.

“Terkait ini sudah dijelaskan Sekretaris Gerinda Kalsel, mas,” katanya saat dikonfirmasi.

Sebelumnya di salah satu media online, Ilham Nor membantah bahwa menyebar selebaran hoax maupun fitnah tersebut dari tim H2D.

“H2D tidak pernah terfikirkan untuk menyebar hal-hal yang berbau fitnah,” tegasnya.

Ilham bahkan berargumen bahwa menebar hoax justru akan menurunkan elektabilitas Denny-Defri. Ilham pun menuding bahwa tim paslon rival lah yang memiliki andil dalam penyebaran selebaran hoax Rp 80 miliar proyek makam Datu Kelampayan tersebut.

Menurutnya, logikanya tidak mungkin orang sengaja melakukan gol bunuh diri. Artinya kejadian itu memang sengaja diciptakan oleh lawan politik.

Padahal pihaknya tidak tahu apa-apa. Jadi sudah sangat mudah ditebak siapa sebenarnya yang sedang memfitnah.

“Pola seperti ini sangat mudah ditebak dan sangat disayangkan dimainkan menjelang PSU, karena fitnah lebih besar dosanya daripada membunuh,” pungkasnya.

Sumber : https://banjarmasin.tribunnews.com/2021/06/07/ditangkap-sebarkan-hoax-penyelewengan-proyek-makam-datu-kelampaian-pria-ini-mengaku-dibayar?page=2

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.