Ribuan Pelanggar Pada Hari Kedua Penerapan Tilang Elektronik di Makassar

Kepala UPTD War Room Pemerintah Kota Makassar, Yamlikh Azikin mengatakan pada hari kedua penerapan tilang elektronik di Kota Makassar, jumlah pelanggar mencapai 1.109 pengendara.

Para pelanggar terpantau melintasi 16 titik ruas jalan yang memiliki kamera pengintai (CCTV). Hal itu terlihat langsung melalui war room atau ruangan kontrol khusus milik pemerintah di Balai Kota.

Pelanggar terbanyak yaitu pengguna mobil yang tidak mengenakan sabuk pengaman.

“Pelanggaran tidak pakai safety belt (sabuk pengamanan). Itu persentase 99 persen lebih,” kata Yamlikh, Rabu, 24 Maret 2021.

Selain itu, jenis pelanggaran lain seperti tidak mematuhi marka atau rambu lalu lintas dan berkendara sambil menggunakan telepon genggam juga banyak.

“Itu tercatat secara real time, yang melanggar ada di Jalan RA Kartini, Urip sumoharjo dan Jalan Bulusaraung,” tambahnya.

Sabuk pengaman sendiri merupakan fitur standar pada tiap produk roda empat yang harus dikenakan saat digunakan.

Penggunaannya sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) tepatnya pada pasal 106 ayat 6.

Dalam aturan tersebut tertulis bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor beroda empat atau lebih di jalan dan penumpang yang duduk di sampingnya wajib mengenakan sabuk keselamatan.

Bagi pengemudi yang tidak mentaatinya akan diberikan sanksi pidana, sebagaimana tertuang pada pasal 289 di Undang-undang. Serta, pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak sebesar Rp 250.000.

sumber : https://makassar.terkini.id/ribuan-pelanggar-pada-hari-kedua-penerapan-tilang-elektronik-di-makassar/

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *