Plat Kendaraan dari Luar Daerah dan Kota Lain di Kaltim, jika Melanggar Ditilang

Plat kendaraan dari luar daerah dan kota lain di Kalimantan Timur juga tidak lepas dari penindakan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik secara mobile serta statis.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman, melalui Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol Wisnu Dian Ristanto, menegaskan pihaknya tidak kompromi ketika ada kendaraan plat lain, yang juga pengguna lalulintas ketika melakukan pelanggaran.

“Semua plat dari luar daerah juga kita tindak,” sebutnya Rabu (2/6/2021).

Mekanisme penindakan perekaman sama seperti yang dilakukan, yang berbeda mekanisme pengiriman surat tilang elektronik yang harus dikirim ke alamat yang dituju.

Kompol Wisnu Dian Ristanto memaparkan, jika ada kendaraan berplat provinsi atau kota lain luar Kalimantan Timur yang terekam melakukan pelanggaran.

Pihaknya akan berkomunikasi dengan Polres dan Polresta setempat untuk mengirimkan ‘surat cinta’ ini ke alamat pelanggar.

“Dari kami misalnya yang menindak, nah kami mengirim ke Polres atau Polresta yang bersangkutan untuk disampaikan ke pelanggar lalin,” tegasnya.

Di Kaltim sendiri ada enam belas titik ETLE statis, Samarinda mendapatkan tiga titik yaitu di Jalan Letjend Soeprapto (eks Pembangunan), Simpang Hotel Mesra dan Simpang Muara

“Samarinda tiga titik, untuk ETLE mobile bisa berpindah, jika di Zona Zero Tolerance sudah minim pelanggaran, kami tambah titik untuk mobile,” beber Kompol Wisnu Dian Ristanto.

10 Pelanggar Terekam Kamera

Sebanyak 10 pelanggar lalulintas di Zona Zero Tolerance yang mulai diberlakukan pada 1 Juni 2021 hari ini terekam kamera Satuan Lalulintas (Satlantas) Polresta Samarinda.

Diberlakukannya, Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik mobil pada hari ini berfokus pada titik rawan kemacetan dan pengendara yang parkir di sembarang tempat pada Zona Zero Tolerance.

Tiga unit kendaraan khusus yang dilengkapi kamera, satu mobil dan dua motor turun langsung secara mobile.

“Hari ini kita sudah mulai ETLE mobile. Direktorat Lalulintas Kaltim juga sudah mengetahui kita terapkan di jalur penentuan Zona Zero Tolerance, dan ada 10 pelanggaran parkir di badan jalan, kita tertibkan,” jelas Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman melalui Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol Wisnu Dian Ristanto, ditemui usai giat ETLE mobile, Selasa (1/6/2021).

Perlu diketahui kembali, jalur prioritas untuk menekan angka pelanggaran lalulintas di Kota Samarinda ialah sepanjang jalur Tepian Mahakam yaitu Jalan Slamet Riyadi, Jalan RE. Martadinata dan Jalan Gajah Mada, Kota Samarinda.

Sebanyak 10 pelanggar sendiri langsung dibawa ke Pos Patwal Meranti Satlantas Polresta Samarinda, untuk diberikan penekanan bahwa sudah diberlakukannya ETLE Mobile.

Sekaligus marak parkir disembarang tempat yang menyebabkan kemacetan.

“ETLE Mobile masyarakat tidak perlu ditilang langsung jadi yang bersangkutan akan ada blanko dan kirim surat ke rumah,” tegas Kompol Wisnu Dian Ristanto.

Ditambahkan bahwa biaya tilang tersebut harus dibayarkan sebelum 5 hari, apabila tidak dibayar maka akan dilakukan pemblokiran.

Hal ini akan diketahui ketika pelanggar lalulintas akan membayar pajak tahunan, pembayar terakhir akan dibebankan biaya tilang dari pelanggaran lalulintas yang dilakukan saat terekam ETLE Mobile.

“Nanti bisa konfirmasi disertai bukti foto. Kita kirim berita tilangnya dan bisa dibayarkan melalui ATM atau M-Banking, kalau bukan yang punya kendaraan bisa di konfirmasi dan kita blokir di samsat,” ungkapnya.

Dalam mekanismenya juga dikatakan bahwa kendaraan dan surat-surat hanya bukti berupa foto.

Dan hal ini juga sudah dikoordinasikan dalam UU ITE.

“Kalau tidak konfirmasi (pemilik kendaraan) dalam waktunya kita blokir di samsat,” sebutnya.

Menyinggung penindakan ETLE Mobile yang mulai berjalan hari ini, diakui Kompol Wisnu Dian Ristanto rupanya sudah dilakukan trial atau percobaan.

Penindakan sebenarnya sudah kita lakukan trial. Hari ini kita tindak tapi masih sosialisasi (penekanan) sampai beberapa hari ke depan.

Seminggu pertama ini, tetap kirim konfirmasi (ada pelanggaran lalin) tapi lebih ke arah imbauan.

“Penekananan itu pada kendaraan tidak boleh parkir sepanjang jalur Zona Zero Tolerance,” jelas Kompol Wisnu Dian Ristanto.

Terpisah satu pelanggar yang ditemui, bernama Yanti (35) mengaku bahwa belum banyak mengetahui pemberlakuan ETLE Mobile ini.

Dengan adanya sosialisasi langsung terhadap pengendara ini, diakuinya sangat efektif dan dia juga akan lebih taat pada aturan lalulintas yang berlaku di Zona Zero Tolerance.

“Nggak tahu kalau sudah diberlakukan, ya cuman dikasih tahu (sosialisasi) sama pak polisi tadi bahwa mulai diberlakukan tilang elektronik (ETLE mobile). Nanti saya juga sampaikan ke anggota keluarga bahwa sudah berlaku,” ungkapnya.

Sesuai Program Kerja Kapolri

Penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik dinilai sudah sesuai program 100 hari kerja Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, guna mengurangi kerumunan serta gebrakan baru integrasi Teknologi Informasi (TI) dalam penindakan pelanggar lalulintas.

Terutama pencegahan kerumunan saat pembayaran tilang atau antrean pada saat pelanggar lalulintas menjalani persidangan di Pengadilan.

Kondisi kerumunan tentunya berbahaya di era pandemi Covid-19 ini.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menerapkan teknologi tilang elektronik atau ETLE sebagai bagian dari program nyata di 100 hari pertamanya sebagai pimpinan tertinggi Kepolisian.

Dan hal ini diamini serta segera direspons Kakorlantas Polri Irjen Istiono dengan membentuk Satgas ETLE nasional.

Memang program kerja ini juga bagian program Kapolri, dan setiap perkembangan.

“Penerapannya langsung kami laporkan ke pimpinan,” tegas Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman melalui Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol Wisnu Dian Ristanto, ditemui usai giat ETLE mobile, Selasa (1/6/2021).

Kondisi seperti saat ini, lanjut Kompol Wisnu Dian Ristanto, juga menekan tilang dalam giat razia stasioner yang biasanya mengumpulkan banyak orang.

Selain bahaya penularan Covid-19 akibat kerumunan, peluang besarnya potensi konflik antara petugas dan pelanggar lalin di Kota Tepian yang sering terlihat di media mainstream dan media sosial.

“Pelanggar ngotot merasa benar serta tidak merasa melanggar peraturan,” ungkapnya.

Tentu saja, yang terpenting juga menghindari tuduhan pungutan liar, yang sempat viral pada Sabtu (22/5/2021) lalu oleh pelanggar lalulintas ditujukan pada Polantas.

Tentu juga menghindari bersitegang antara petugas Satlantas Polresta Samarinda dengan pelanggar lalu lintas di Kota Samarinda.

“Serta seperti yang viral, petugas kami dituduh tanpa bukti oleh pengendara melakukan pungli,” tegas Kompol Wisnu Dian Ristanto.

Perluasan ETLE yang digagas Kapolri dan direalisasikan Korlantas Polri juga sejalan dengan revolusi industri 4.0 dan mendukung penguatan delapan komitmen Kapolri.

Tekad menjadikan Polri sebagai institusi yang PRESISI, yakni prediktif, responsibilitas, transparan dan berkeadilan.

“Tidak sekadar urusan kerumunan dan meminimalisasi kontak langsung petugas dan pengguna lalu lintas, ETLE bukti bahwa Polri menjadi institusi yang bersih dan bebas pungli,” pungkas Kompol Wisnu Dian Ristanto.

Sumber : https://kaltim.tribunnews.com/2021/06/02/plat-kendaraan-dari-luar-daerah-dan-kota-lain-di-kaltim-jika-melanggar-ditilang?page=4

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *