ETLE Statis di Samarinda Tunggu Launching, Ada 3 Titik Kamera, ‘Surat Cinta’ Dikirim ke Pelanggar

Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik secara mobile menggunakan unit motor dan mobil sudah mulai berjalan sejak kemarin (1/6/2021) di jalur prioritas atau Zona Zero Tolerance.

Berjalannya ETLE mobile rupanya tidak dibarengi oleh penerapan ETLE statis yang memanfaatkan kamera CCTV pada titik yang sudah ditentukan sebelumnya.

Hal ini sendiri dijelaskan oleh Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman melalui Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol Wisnu Dian Ristanto.

“Satu sudah di pasang dan sudah running (Jalan eks Pembangunan atau Jalan Letjend Soeprapto). Sambil menunggu launching dan online, dari nasional pelaksanaannya,” tegasnya, Rabu (2/6/2021).

“Ada tiga titik Jalan Letjen Soeprapto (eks Pembangunan), Simpang Hotel Mesra dan Simpang Muara,” tambahnya.

Penjelasan terkait bagaimana mekanisme ketika pelanggaran lalulintas yang akan berlaku nantinya, ternyata tak jauh beda dengan ETLE mobile.

ETLE mobile petugas yang “hunting” di jalur prioritas dengan dilengkapi teknologi informasi lalu merekam setiap pelanggaran pengguna lalulintas,

Sedangkan ETLE statis merekam dan mendokumentasi pelanggaran dengan kamera yang terpasang di sebuah tiang, tentunya pada titik yang rawan pelanggaran.

“Bedanya kalau mobile, petugas yang memotret setiap pelanggaran pengendara. Lalu dibuatkan surat tilang,” ungkap Kompol Wisnu Dian Ristanto.

Setiap surat tilang dibuktikan dengan sebuah foto yang menunjukkan pelanggaran pengguna lalulintas, dan itu dikirim ke alamat pemilik rumah langsung.

“Surat cintanya (surat tilang) kami kirim, untuk teknisnya masih kami yang berkirim sambil mobile. Nantinya semua Dispenda yang akan berwenang mengirim surat itu,” beber Kompol Wisnu Dian Ristanto.

“Dan dikonfirmasi dengan dibayarkan sebelum 5 hari, apabila tidak dibayar (biaya tilang) maka akan dilakukan pemblokiran,” imbuhnya.

Pemblokiran dilakukan agar pemilik kendaraan mengetahui dan mengkonfirmasi bahwa sudah melakukan pelanggaran lalulintas.

Namun, jika kendaraan tersebut tidak sesuai dengan alamat si pelanggar, polisi juga melakukan blokir dan akan diketahui ketika ada pembayaran pajak.

“Disitu kita tahu siapa yang membayar terakhir ke Samsat (bayar pajak), lalu kita sampaikan bahwa ada biaya denda tilang yang harus dibayar, dari pelanggaran yang dilakukan,” pungkas Kompol Wisnu Dian Ristanto.

sumber : https://kaltim.tribunnews.com/2021/06/02/etle-statis-di-samarinda-tunggu-launching-ada-3-titik-kamera-surat-cinta-dikirim-ke-pelanggar

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *