Beraksi 60 Detik, Wanita Paruh Baya Embat Kebaya yang Dipajang di Toko Baju, Aksinya Terekam CCTV

Beraksi 60 detik, wanita berpakaian syar’i embat kebaya yang dipajang di toko baju di wilayah Kota padang.

Pelaku langsung masuk tanpa sepengetahuan pemilik dan karyawan toko. Kemudian pelaku yang merupakan wanita berusia 40 tahun ini langsung mengambil kebaya, melipatnya dan memasukkanya ke dalam hijab yang dikenakannya.

Aksi pelaku jelas tersorot CCTV toko. Dari CCTV itulah terlihat bagaimana pelaku beraksi yang hanya menghabiskan waktu 6 detik saja.

Selanjutnya pelaku kabur menggunakan sepeda motor. Begini kisah lengkapnya

Seorang perempuan terekam kamera closed circuit television camera atau kamera CCTV telah melakukan pencurian di toko baju di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Peristiwa pencurian tersebut terjadi di pada Kamis (27/5/2021) sekitar pukul 11.18 WIB.

Toko yang menjadi incaran pelaku adalah Toko Baju Queen Muslim di Jalan Gajah Mada, Kampung Olo, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Provinsi Sumbar.

Pantauan terlihat pelaku terekam kamera CCTV datang menggunakan sepeda motor Honda Scoopy warna merah.

Pelaku seorang perempuan yang berumur sekitar 40 tahun, masuk ke toko baju dengan memakai masker.

Rekaman video CCTV memperlihatkan kalau pelaku memgambil satu baju dan membawanya tanpa membayar.

Cara pelaku membawa baju yang telah dicurinya adalah dengan melipat dan menyembunyikannya di dalam hijab yang menutup bagian depan tubuh.

Dilla, karyawan toko yang berjaga saat itu mengatakan kalau dirinya sesaat kejadian sedang di dalam toilet atau WC.

“Saya pergi ke WC di bagaian belakang toko. Lalu pelaku masuk dan memarkirkan kendaraannya di sebelah,” kata Dilla.

Dilla mengatakan terduga pelaku memarkirkan kendaraannya di luar jangkauan kamera CCTV.

Lebih lanjut imbuhnya, terduga pelaku masuk ke dalam toko tanpa sepengetahuannya.

“Selanjutnya diambil baju yang dia suka, selanjutnua dilipat dan pergi meninggalkan toko,” katanya.

Ia menduga pelaku sudah pernah belanja di tokonya dan wajahnya serasa tidak asing atau sudah pernah ditemui.

“Sebelumnya belum pernah kejadian ini. Jenis baju yang diambil adalah baju kebaya,” katanya.

Pemilik toko bernama Lisa, mengatakan kalau dia mengetahui pencurian tersebut pada sore hari.

Lisa mengatakan, pencurian tersebut terjadi saat karyawan toko tidak berada di tempat.

“Karyawan toko saat itu sedang di WC. Jadi pelaku ini seorang Ibu-ibu yang telah melihat situasi dan kondisi toko,” kata Lisa.

Lisa menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi dengan sangat cepat dan pelaku hanya memerluka waktu 60 detik saja.

“Dalam waktu sekitar 60 detik, dia sudah menuju lokasi pakaian yang ditujunya. Selanjutnya dilipat dan pergi keluar,” kata Lisa.

Lisa melihat dari rekaman CCTV diduga pelaku bukanlah dari masyarakat kalangan bawah.

Melainkan, dia memperkirakan berasal dari masyarakat yang berasal dari kalangan menengah atas.

“Karena pelaku ada memiliki HP dan mengendarai Honda Scoopy model terbaru di kamera CCTV,” katanya.

Ia juga melihat dari pakaian pelaku tidak ada seperti masyarakat kalangan bawah.

“Baju yang dipakainya saat beraksi adalah pakaian syar’i yang tidak murah harganya,” katanya.

Kata dia, baju yang dicuri merupakan jenis kebaya yang bisa untuk ke pesta dengan harga Rp 400 – Rp 500 ribu.

Terpisah Kapolsek Nanggalo, AKP Sosmedya, saat dihubungi mengatakan tidak ada korban melaporkan peristiwa tersebut ke pihak berwajib.

“Tidak ada masuk laporan, kalau berdasarkan kerugian tidak termasuk Peraturan MA (Perma),” kata AKP Sosmedya.

Kapolsek AKP Sosmedya menjelaskan, kalau juga dilaporkan hanya masuk tipiring (tindak pidana pencurian ringan).

“Kalau yang masuk Perma itu kerugian Rp 2.5 juta ke atas,” kata Kapolsek AKP Sosmedya.

Kapolsek AKP Sosmedya menyebutkan, mungkin oleh karena itu korban tidak ada melapor.

 

Sumber : https://pekanbaru.tribunnews.com/2021/06/01/beraksi-60-detik-wanita-paruh-baya-embat-kebaya-yang-dipajang-di-toko-baju-aksinya-terekam-cctv?page=4

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *