Sejak Diterapkan ETLE di Balikpapan, Tercatat 12 Ribu Pelanggaran

Pemantauan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) kembali dilakukan. Peninjauan dilakukan langsung oleh Korps Lalu Lintas Kepolisian RI (Korlantas Polri) bersama Direktorat Jenderal Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kaltim, dan Satlantas Polresta Balikpapan.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Pemantauan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) kembali dilakukan. Peninjauan dilakukan langsung oleh Korps Lalu Lintas Kepolisian RI (Korlantas Polri) bersama Direktorat Jenderal Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kaltim, dan Satlantas Polresta Balikpapan.

Sejak pemasangannya pada awal tahun ini, sistem tilang elektronik ini dianggap sudah mumpuni. Walau diakui, masih perlu dilakukan kajian secara berkala. Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Kushariyanto yang turut hadir dalam kegiatan ini berkata, dari pantauan dirinya banyak melihat perkembangan. ETLE juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.

“ETLE ini akan membawa aura suatu kota menuju smart city. Karena segala sesuatunya menggunakan IT,” ujarnya. Dia menambahkan, dengan adanya sistem berbasis IT yang digunakan ETLE ini, dapat mengurangi persentuhan anggota dengan pelanggar. Sehingga tidak ada alasan maupun dispensasi, jika ditemukan pelanggaran melalui tilang elektronik tersebut.

Tanpa memandang siapa itu, kata dia, bisa saja didenda atas pelanggaran yang dilakukan. Menurutnya, hal ini juga dapat menjadi cara untuk menghindari stigma buruk terhadap profesi personel kepolisian.

Di samping itu, dirinya meminta kepada operator pengendali ETLE, agar tetap profesional. Artinya, dalam sistem bertugas juga dilakukan secara kreatif. Menyinggung soal kendala, diakuinya masih ada ditemukan beberapa. Baik secara mobile ETLE maupun yang menggunakan pemantauan statis.

Untuk mobile ETLE, paparnya, kendala bisa ditemukan dikarenakan jaringan yang kurang stabil. Sedangkan untuk pemantauan secara statis yang dipasang di traffic light, belum dilengkapi lampu blitz. Sehingga belum bisa maksimal dilakukan saat malam hari. Karenanya ke depan pihaknya, dalam hal ini Dirlantas Polda Kaltim, akan berupaya melakukan pengembangan. Di mana dalam setiap tahunnya akan ada pengembangan, serta evaluasi berkelanjutan.

Sementara, dari data yang ditunjukkan oleh Kasat Lantas Polresta Balikpapan Kompol Irawan Setyono, jumlah pelanggar bahkan mencapai 500 orang. Tepatnya pada bulan April. Sedangkan, selama bulan April-Mei, ETLE statis menangkap 12.960 pelanggaran.

Untuk diketahui, ETLE statis berada di tiga titik dengan 6 unit kamera yang terpasang. Tiga unit kamera di simpang Beruang Madu, dua unit dipasang di simpang Plaza Balikpapan, dan satu unit di simpang Lapangan Merdeka. Ditambah delapan mobile ETLE yang bertugas menyusuri jalan. (*/okt/ms/k15)

Pelanggaran (gar) ter-capture kamera ETLE statis

Per 21 April – 19 Mei 2021

Gar traffic light : 8.555

Gar safety belt : 3.264

Gar helm : 1.141

Total Gar : 12.960

Sumber : https://kaltim.prokal.co/read/news/386543-sejak-diterapkan-etle-di-balikpapan-tercatat-12-ribu-pelanggaran

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *