Polisi dan TNI Bantu Kelancaran Lalu Lintas di Jalan Nasional yang Terendam Banjir

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Aparat kepolisian, TNI dan Brimob Kota Subulussalam turut berjibaku membantu lalu lintas kendaraan yang sempat terjebak di lokasi banjir jalan nasional, Selasa (18/5/2021).

Ratusan kendaraan berbagai jenis dari arah Meulaboh menuju Medan, Sumatera Utara maupun sebaliknya sempat terjebak berjam-jam di kawasan Rikit, Desa Namo Buaya, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam akibat banjir.

Personel kepolisian dari Polsek Sultan Dauat bersama unsur TNI, Brimob dan Satlantas turun ke lokasi guna mengurai kemacatan yang luar biasa.

Proses berlangsung mulai pukul 10.45 WIB dengan system buka tutup. “Alhamdulillah, siang ini lalu lintas mulai bisa dipulihkan,” kata Kapolsek Sultan Daulat, Iptu Didik Surya, SH kepada Serambinews.com.

Semula, Jalan Nasional di Dusun Rikit, Desa Namo Buaya terendam banjir hingga satu meter. Arus air yang menggenangi badan jalan sangat deras sehingga kendaraan sulit melintas.

Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono, S.I.K langsung memerintahkan Kapolsek Sultan Daulat Iptu Didik Surya, SH untuk melakukan langkah-langkah penanganan.

Dibantu anggota Brimob Kota Subulussalam dan anggota Koramil 04 Sultan Daulat, kepolisian mengambil langkah-langkah upaya untuk membantu evakuasi kemacetan lalulintas.

Aparat kepolisian membantu kendaraan dan warga yang melintas di jalan dengan upaya membuka tutup jalan bagi kendaraan-kendaraan yang melewatinya.

Buka tutup jalan tersebut bergantian dari arah Aceh Selatan dan dari arah Kota Subulussalam.

Kendaraan dan warga yang melintas di jalan lintas tersebut dibantu untuk menyeberangkan warga dan bagi kendaraan khususnya roda dua didorong agar mudah melewatinya.

Dalam keadaan banjir tersebut Kapolsek Sultan Daulat juga mengimbau kepada warga dan pengendara yang melintas agar sabar dan tertib guna kelancaran arus lalu lintas serta utamakan keselamatan.

Sekitar pukul 14.00 WIB warga dan ratusan kendaraan sudah bisa lewat dengan di pandu/arahkan anggota yang bertugas dalam pengamanan dan pengaturan lalin di lokasi banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) merilis data sementara desa-desa yang terdampak banjir di Kota Subulussalam, Selasa (18/5/2021).

Dalam rilis yang dikirim Kepala pelaksana (Kalak) BPBD Kota Subulussalam, Adita Karya, ada sepuluh desa yang mulai terdampak banjir.

Kesepuluh desa itu berada di tiga kecamatan masing-masing, Simpang Kiri, Sultan Daulat dan Rundeng.

Di Simpang Kiri lokasi yang terkena banjir di Desa Danau Teras datau kerap disebut Tambar Lihe.

Sementara Sultan Daulat meliputi dusun Rikit, Desa Namo Buaya, Sigrun, Suka Maju, Singgersing dan Jabi-Jabi.

Kemudian di Kecamatan Rundeng desa yang terdampak banjir masing-masing, Muara Batu-Batu, Panglima Sahman, Pasar Rundeng dan Oboh.

“Ini baru data sementara, petugas BPBD dan Tagana Kota Subulussalam masih melakukan pendataan ke lapangan, ini saya juga sedang mengurai kemacatan di jalan nasional Namo Buaya,” terang Adita.

Lebih jauh Adita menyampaikan situasi banjir akibat meluap sungai Lae Soraya dari proses peningkatan volume air hulu Sungai Alas Kabupaten Aceh Tenggara.

Dikatakan, BPBD dan unsur TNI/POLRI/Brimob serta instansi lain mengambil kebijakan, dan memutuskan agar dilakukan sistem buka tutup jalan yang sempat lumpuh total di Dusun Rikit, Desa Namo Buaya.

Hal itu dilakukan mengingat arus balik yang semakin meningkat serta kebutuhan bahan sembako.

“Alhamdulilah, berkat koordinasi dengan tim dilapangan, jalan tersebut sudah bisa dilalui, melalui sistem antrian,” ujar Adita

Seperrti diberitakan sebelumnya, sejumlah desa pada tiga kecamatan di Kota Subulussalam mulai tadi malam direndam banjir besar.

Banjir semakin parah hingga merendam badan jalan nasional di kawasan Sultan Daulat seperti Desa Singgersing dan Dusun Rikit, Desa Namo, Selasa (18/5/2021).

Informasi yang dihimpun Serambinews.com, banjir melanda dua kecamatan masing-masing Sultan Daulat dan Rundeng.

Di Sultan Daulat, setidaknya terdapat lima desa yang terdampak banjir yakni Sigrun, Suka Maju, jabi-Jabi, Singgersing dan Namo Buaya.

Sementara di Kecamatan Rundeng belum diperoleh data jumlah desa terdampak banjir. Namun berdasarkan peta rawan banjir paling tidak ada 12 desa yang menjadi langganan air banjir di sana.

Banjir melanda kawasan Sultan Daulat seperti Desa Singgersing dan Dusun Rikit, Desa Namo Buaya hingga meluap ke badan jalan, Selasa (18/5/2021).

Akibat banjir yang meluap ke badan jalan arus lalulintas jurusan Subulussalam-Tapaktuan maupun sebaliknya terganggu karena kendaraan berbodi kecil termasuk sepeda motor sulit melintas.

Informasi yang dihihimpunSerambinews.com di lapangan, banjir yang merendam kawasan Dusun Rikit, Desa Namo Buaya, Kecamatan Sultan Daulat sekitar 13 kilometer dari Subulussalam.

Banjir melanda kawasan Sultan Daulat seperti Desa Singgersing dan Dusun Rikit, Desa Namo Buaya hingga meluap ke badan jalan, Selasa (18/5/2021).

Akibat banjir yang meluap ke badan jalan arus lalulintas jurusan Subulussalam-Tapaktuan maupun sebaliknya terganggu karena kendaraan berbodi kecil termasuk sepeda motor sulit melintas.

Informasi yang dihihimpunSerambinews.com di lapangan, banjir yang merendam kawasan Dusun Rikit, Desa Namo Buaya, Kecamatan Sultan Daulat sekitar 13 kilometer dari Subulussalam.

Sumber : https://aceh.tribunnews.com/2021/05/18/polisi-dan-tni-bantu-kelancaran-lalu-lintas-di-jalan-nasional-yang-terendam-banjir?page=all

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *