Polres Badung Minta Personil Lalulintas Petakan Wilayah Rawan Kecelakaan Saat Ops Keselamatan Agung

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Aparat kepolisian resort Badung mulai memetakan wilayah rawan kecelakaan lalulintas di wilayah hukumnya.

Hal itu dilakukan untuk menekan kasus lakalantas yang sering terjadi.

Pemetaan wilayah itu pun langsung diperintahkan Kapolres Badung, AKBP Roby Septiadi, SIK, kepada Satuan Lalu Lintas Polres Badung saat dirinya memimpin apel kesiapan pasukan Operasi Keselamatan Agung 2021 di halaman Mapolres Badung, Bali, Senin 12 April 2021

“Agar melaksanakan deteksi dini, petakan lokasi atau tempat rawan laka, pelanggaran dan macet serta lokasi penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Mantan Kasubbdit Gakkum Ditlantas Polda Bali itu menyebutkan operasi digelar dalam rangka cipta kondisi kamseltibcarlantas menjelang Idul Fitri 1442 Hijriah di tengah pandemi Corona Virus Disease-19 (Covid-19).

Tujuannya untuk meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalulintas.

“Termasuk juga menurunkan angka pelanggaran maupun kecelakaan lalulintas serta penyebaran Covid-19 di wilkum hukum Polres Badung,” katanya.

Pihaknya meminta kepada personil yang bertugas untuk melaksanakan bimbingan dan penyuluhan (binluh) kepada masyarakat tentang kamseltibcar lantas.

Selain itu juga terkait bahaya penyebaran Covid-19 melalui giat sosialisasi, pemasangan banner, baliho dan penyebaran pamflet, stiker dan yang lainnya.

“Saya berharap semua personil bisa melaksanakan edukasi dan penerangan serta membangun kesadaran masyarakat untuk tertib berlalulintas. Mematuhi prokes guna memutus penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Selain itu, orang nomor satu di Polres Badung itu meminta agar personil juga menjalin koordinasi yang baik dengan instansi terkait dalam rangka mencegah hal-hal yang dapat menimbulkan gangguan kamtibmas.

Dengan demikian pelaksanaan operasi dapat berjalan dengan aman dan lancar.

“Jadi bisa koordinasi dengan dinas perhubungan juga untuk rawan lakalantas, termasuk rawan kemacetan. Sehingga bisa bersinergi dengan baik,” tungkasnya.

engantisipasi hal yang tidak diinginkan lembaga pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA disidak oleh personil gabungan termasuk Polres Badung.

Pada sidak yang dilaksanakan ditemukan sejumlah barang terlarang didalam lapas, seperti pisau cukur, kabel listrik, gunting, korek gas, palu, tang, obeng, rokok elektrik, pisau cutter, handphone, Charger handphone dan barang lainnya.

Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi, SIK yang turun langsung dalam sidak itu mengaku jika sidak gabungan dilaksanakan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Bahkan memastikan penghuni lapas tidak ada berbuat yang aneh-aneh.

“Kemarin pada Senin 5 April 2021 kita lakukan sidak sampai malam. Jadi kita di Polres Badung menurunkan beberapa personil untuk itu,” ujar saat dikonfirmasi Selasa 6 April 2021.

Dijelaskan Razia gabungan yang dilaksanakan terdiri dari personil Polres Badung, gabungan Petugas Lapas Kelas 2A Kerobokan, Petugas Balai Pemasyarakatan, Petugas Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara dan personil Badan Narkotika Nasional Kabupaten Badung.

Selain memastikan keamanan lapas, sidak yang dilaksanakan tersebut dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke- 57 Tahun 2021 sesuai dengan Surat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS-UM.06.01-15.

“Pada rasia yang dilaksanakan, Ditemukan sejumlah barang terlarang mulai dari gunting, korek gas, palu, tang, obeng, rokok elektrik, pisau cutter, handphone dan yang lainnya,” ungkap Roby.

Dikatakan sidak atau razia yang dilaksanakan berupa penggeledahan di setiap blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai upaya pengendalian sekaligus monitoring terhadap para Narapidana yang berada di Lapas Kelas IIA Kerobokan.

Kendati demikian pihaknya berharap pelaksanaan sidak yang dilaksanakan serempak di seluruh Indonesia itu, dapat menekan Penyalahgunaan Narkotika maupun Barang berbahaya lainnya.

“Ratusan personel yang dilibatkan dalam Razia Gabungan ini baik dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, UPT Pemasyarakatan Wilayah Denpasar dan Badung, Polres Badung, dan BNN Kabupaten Badung,” ujar Mantan Kasubbdit Gakkum Ditlantas Pooda Bali.

Menurutnya Lapas merupakan muara dari suatu proses hukum yang menjadi tanggung jawab bersama agar bersih dari penggunaan HP, Narkoba maupun tindakan melawan hukum lainnya.

Adapun razia bersama yang dilakukan yakni di semua blok yang ada di Lapas Kelas IIA Kerobokan yang berjumlah 12 blok hunian dengan jumlah total Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebanyak 1.565 warga binaan.

“Dari beberapa barang yang didapat, akan dijadikan pengalaman agar nantinya perlu dilakukan pemeriksaan kembali. Selain itu melakukan introgasi terkait dari mana asal usul barang yang ada di Dalam Lapas,” katanya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut selain Kapolres Badung yaitu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Bali Jamaruli Manihuruk, Kalapas Kerobokan Fikri Jaya Soebing, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung AKBP Nyoman Sebudi, SH.,SH, Kabag Ops Polres Badung Kompol. Ngurah Riasa, S.I.P, Kasat Sabhara Polres Badung. AKP. I Ketut Suandi,S.H dan Kasipropam Polres Badung Iptu. I Ketut Guna Weda serta lebih dari seratus personil gabungan baik dari Polres Badung maupun dari kementrian hukum fan HAM.

Sumber : https://bali.tribunnews.com/2021/04/13/polres-badung-minta-personil-lalulintas-petakan-wilayah-rawan-kecelakaan-saat-ops-keselamatan-agung?page=all

 

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *