Dua Persimpangan di Banjarnegara Dilengkapi Tilang Elektronik, Ini Lokasi

RAKOR: Rapat koordinasi Sat Lantas Polres Banjarnegara dengan stake holder terkait membahas pelaksanaan ETLE, Senin (5/4). DARNO/RADARMAS

BANJARNEGARA – Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik telah diberlakukan di Banjarnegara. Tilang ini diberlakukan di dua titik yaitu perempatan Pos Induk Sat Lantas dan perempatan Semampir.

Tilang Elektronik, Ini Lokasi Radar BanyumasSELASA, 6 APRIL 2021 RAKOR: Rapat koordinasi Sat Lantas Polres Banjarnegara dengan stake holder terkait membahas pelaksanaan ETLE, Senin (5/4). DARNO/RADARMAS BANJARNEGARA – Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik telah diberlakukan di Banjarnegara. Tilang ini diberlakukan di dua titik yaitu perempatan Pos Induk Sat Lantas dan perempatan Semampir.

Kasat Lantas Polres Banjarnegara AKP Erwin Chan Siregar, Senin (5/4) mengatakan penindakan pelanggaran lalu lintas dengan sistem elektronik sudah diberlakukan sejak dilaunching oleh Kapolri 23 Maret 2021. Tilang elektronik ini menggunakan screenshoot pelanggaran pelanggaran lalu lintas yang terekam kamera sebagai barang bukti pelanggaran. Dalam hal ini screen shoot dari kamera ETLE atau Kamera Kopek (Kamera Portabel Penindakan Kendaraan Bermotor) yang terpasang pada helm petugas.

“Bukti pelanggaran akan di screen shoot. kemudian dianalisa untuk pelanggarannya meliputi pelanggaran apa saja. Misal pelanggaran helm dan lain sebagainya,” kata dia usai rapat koordinasi terkait ETLE dengan stake holder terkait. Dari screen shoot ini, terlihat plat kendaraan. Kemudian petugas akan membuka identitas pemilik kendaraan. Selanjutnya dikirim surat konfirmasi kepada pemilik kendaraan bermotor yang melanggar.

“Apakah benar yang bersangkutan melakukan pelanggaran seperti yang ada dalam screen shoot. Mungkin bisa dia yang melakukan, atau anaknya jika yang bersangkutan telah menyadari telah melakukan pelanggaran, baru petugas dari Ur Tilang Sat Lantas Polres Banjarnegara akan memberikan lembar surat tilang yang warna biru. Kemudian data pelanggarannya akan diinput melalui aplikasi e-tilang dan akan terkirim nomor BRIVA kepada pelanggar untuk membayar denda tilangnya,” jelasnya.

Jika kendaraan telah dijual, surat konfirmasi akan dikirim ke pemilik kendaraan yang baru. Jika tidak terkonfirmasi dalam waktu 14 hari, data akan dikirim ke Polda sebagai bahan data untuk pemblokiran kendaraan tersebut. “Ketika akan melakukan pajak tahunan, akan keluar notifikasi denda tilang yang harus diselesaikan agar blokir bisa dibuka. Setelah denda tilang dibayar, pemilik bisa membayar pajak tahunan,” lanjutnya. (drn)

Sumber : https://radarbanyumas.co.id/dua-persimpangan-di-banjarnegara-dilengkapi-tilang-elektronik-ini-lokasi/

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *