Sudah 6.779 Pelanggar Terpantau Kamera E-Tilang, Polres Batu Belum Jatuhkan Sanksi

Petugas Satlantas Polres Batu memantau tangkapan gambar CCTV yang terpasang di perempatan Klenteng atau BCA, Kota Batu.

SURYA.CO.ID, KOTA BATU – Selama penerapan program Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau yang populer disebut e-Tilang di Kota Batu, sudah terpantau sebanyak 6.779 pelanggaran lalu lintas. Sampai akhir Maret 2021, Polres Batu mencatat pelanggaran terbesar adalah menerobos lampu merah.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Batu, Iptu Hariyanto menerangkan, sebagian besar pelanggar adalah menerobos lampu lalu lintas ketika menyala warna merah. Karena itu pengguna jalan diimbau untuk tertib dan disiplin berlalu lintas, selain sebagai bentuk saling menghormati pengguna jalan lain, juga untuk keselamatan bersama.

“Pelanggaran lampu merah seperti yang terjadi di perempatan Klenteng atau BCA. Tidak sedikit pengendara yang dari arah Alun-alun Kota Batu langsung belok kiri ke arah RS Karsa Husada,” kata Hariyanto, Jumat (2/4/2021).

Padahal di sana ada peringatan agar belok kiri mengikuti isyarat lampu lalu lintas. Jumlah pelanggar terus bertambah setiap harinya hingga awal April ini. Meski begitu petugas belum menerapkan sanksi kepada pelanggar karena e-Tilang masih tahap sosialisasi.

Meski begitu, tetap ada teguran melalui surat dari Polres Batu kepada pelanggar. Surat dikirim sesuai alamat yang terdeteksi berdasarkan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) atau plat nomor.

“Satlantas Polres Batu tetap mengirimkan surat teguran simpatik ke alamat pelanggar sesuai yang terdata dalam sistem. Surat teguran simpatik itu berfungsi sebagai bahan sosialisasi kepada masyarakat,” ujar Hariyanto.

Dijelaskan secara teknis oleh Hariyanto, kamera E-TLE akan menangkap gambar kendaraan bermotor yang melanggar lalu lintas di jalan raya. Setelah itu, hasil tangkapan gambar tersebut terkirim langsung ke pusat data di TMC Satlantas Polres Batu.

Untuk menekan jumlah pelanggar, Satlantas Polres Batu akan gencarkan sosialisasi E-TLE ke seluruh lapisan masyarakat. “Setelah ini kami akan pasang banner permanen di titik lokasi yang terpasang E-TLE. Selain itu akan kami pasang di lokasi yang banyak dikunjungi masyarakat,” jelasnya.

Hariyanto menegaskan, sejatinya pemasangan E-TLE bukan untuk menjebak masyarakat. Justru sebaliknya, kamera itu berfungsi menjaga ketertiban dan mengantisipasi potensi kecelakaan. Pasalnya banyak kecelakaan karena berawal pelanggaran lalu lintas.

E-TLE bisa mendeteksi 10 jenis pelanggaran. Pelanggaran itu meliputi kendaraan melebihi batas kecepatan, menerobos lampu merah, tidak memakai helm, serta pengendara melanggar rambu jalan.

Berikutnya melalui E-TLE juga bisa mendeteksi pelanggaran kendaraan di area larangan parkir, pengendara ugal-ugalan di jalan, pajak kendaraan belum dibayar, melawan arus, dan putar arah sembarangan. Nantinya juga akan dilakukan tambahan pemasangan kamera E-TLE di sejumlah titik.

Rencananya akan dipasang di simpang empat Lippo Plaza dan simpang empat Pesanggrahan. Untuk penambahan kamera ini, Polres Batu akan berkolaborasi dengan instansi terkait di lingkungan Pemkot Batu. Seperti Dishub maupun Diskominfo.

E-TLE mulai diberlakukan pada 24 Maret 2021. Pemberlakuan program ini berlangsung serentak di seluruh Indonesia. E-TLE adalah program kerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo setelah ia dilantik pada 27 Januari 2021.

Sumber : https://surabaya.tribunnews.com/2021/04/02/sudah-6779-pelanggar-terpantau-kamere-e-tilang-polres-batu-belum-jatuhkan-sanksi

 

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *