Serupa, Tapi Beda Teknis

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID, JAMBI – Satlantas Polresta Jambi sudah mulai melakukan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), sejak Rabu (24/3) lalu. Di Kota Jambi sendiri saat ini ada 8 kamera ETLE otomatis yang sudah terpasang.

Yaitu di Simpang Adipura, Simpang Talangbanjar, Jalan Jenderal Sudirman depan Masjid Sukorejo, Simpang Jelutung, Simpang Bank Mandiri, Simpang Bata, Simpang BI dan Simpang Polsek Kotabaru.

Sistem ETLE yang mulai diterapkan ini sebenarnya serupa dengan Area Traffic Control System (ATCS) milik Dinas Perhubungan, yang sudah beroperasi. Namun berbeda secara teknis.

Kadis Perhubungan Kota Jambi, Saleh Ridho menjelaskan bahwa untuk di Kota Jambi sendiri telah memiliki 23 ATCS yang tersebar di seluruh Kota Jambi. “Saat ini ada 8 kamera ETLE secara otomatis. Kota Jambi sendiri kan punya 16 dan 23 ATCS dan ke depan akan ada di seluruh simpang ini untuk menjangkau pelanggaran yang ada,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan untuk ATCS sendiri selain memantau arus lalu lintas juga dapat melihat pelanggar lalu lintas. “Tapi memang beda sistemnya. Kalau yang itu secara otomatis, kalau ini nanti kita capture ke persimpangan yang ada,” ujarnya.

Untuk diketahui, beberapa pelanggaran yang menjadi sasaran tilang ETLE yakni bagi pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm, pengendara roda empat yang tidak menggunakan sabuk pengamanan, pengendara roda empat yang melewati RHK zona motor dan mengganggu pengendara lain berhenti.

Perlu diketahui juga, Dishub Kota Jambi pada tahun ini menambah sistem pengendalian area lalu lintas di tujuh titik persimpangan dalam wilayah Kota Jambi untuk membantu mengurai kemacetan lalu lintas di dalam kota.

Di mana dua titik yang berada di Simpang Sinar Sentosa Sipin dan Simpang Tanjung Broni dianggarkan melalui APBD tahun 2021 sebesar Rp 900 juta. Sementara lima titik lainnya, merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui APBN senilai Rp 3 miliar.

“Sebab Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) atau lampu merah di situ sudah tidak memadai. Selain itu, agar konektivitas dari Simpang Mayang sampai Masjid Agung Alfalah sudah semua ATCS,” tutupnya. (zen)

Sumber : https://www.jambi-independent.co.id/read/2021/04/03/60872/serupa-tapi-beda-teknis/

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *