Beginilah Sejarah Lampu Bangjo, Dari Tenaga Gas Sampai E-Tilang

Solopos.com, JAKARTA — Traffic light atau lampu pengatur lalu lintas merupakan bagian penting dalam mengatur arus lalu lintas. Apalagi melihat kemacetan yang tak terhindarkan seperti di Ibu Kota. Jelas diperlukan traffic light agar dapat diatasi dengan praktis.

Kemacetan bukan hal yang baru untuk sejarah dunia. Sebelum adanya mobil atau kendaraan umum maupun pribadi lainnya, kemacetan sudah ada di dunia ini. Traffic light memiliki fungsi yang dominan dalam mengatasi kemacetan. Berawal dari kemacetan, traffic light hadir di dunia.

Mengutip dari livescience.com, Rabu, (24/2/2021) munculnya traffic light pertama kali di London pada tahun 1868. Penemuan itu mengadopsi dari traffic light yang diberlakukan di sistem perkerataapian yang menggunakan sinyal semaphore.

Menggunakan tulisan “stop” dan “go” sebagai tanda jalan dan berhenti yang digunakan di siang hari. Sedangkan untuk malam hari, menggunakan lampu berwarna merah untuk berhenti, dan hijau untuk berjalan. Lampu tersebut, dinyalakan manual dengan gas.

Sistem tersebut tidak berlangsung lama. Sebulan kemudian petugas polisi yang betugas menyalakan lampu, mengalami cedera.semenjak kejadian tersebut, inovasi terus dilakukan.

Tahun 1910 penemu asal Amerika Ernest Sirrine memperkenalkan inovasi barunya mengenai sinyal traffic light yang dapat dikontrol secara otomatis di Chicago. Sinyal traffic light tersebut menggunakan simbol atau tanda “berhenti” dan “lanjutkan”.

Seiring berjalannya waktu, traffic light terus menglami inovasi. Hingga akhirnya Garret Morgan mematenkan sinyal traffic light listrik otomatis tahun 1923. Ia orang Afrika-Amerika yang menggunakan unit tiang berbentuk T dan tiga posisi lampu.

Selain itu, manfat dari desain Morgan dapat diproduksi dengan murah. Ia menjual hal sinyal kepada General Electric dengan harga US$40.000 atau saat ini setara dengan Rp577 juta.

Traffic light yang terus mengalami perkembangan. Dimulai sekitar tahun 1920-an, banyak kota besar seperti Barcelona, Berlin, Milan, dan lain-lain yang menggunakan traffic light. Jelas traffic light digunakan seluruh negara di dunia, tak terkecuali Indonesia.

Indonesia juga termasuk negara yang menganut sistem tiga lampu yang artinya mengguakan tiga lampu sinyal yakni merah, kuning, dan hijau.

Traffic light terus berkembang dengan berbagai inovasi. Salah satu bentuk inovasi diberlakukannya e-tilang. Penerapan e-tilang sudah diberlakukan di Jakarta. E-tilang telah diterapkan di dua belas provinsi salah satunya Jawa Tengah.

Sumber : https://www.solopos.com/beginilah-sejarah-lampu-bangjo-dari-tenaga-gas-sampai-e-tilang-1114512

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *