E-Tilang Resmi Diterapkan di Wilayah Kabupaten Tegal, Berikut Titik yang Terpasang CCTV

“Saat ini khusus di Jateng sementara fokus di wilayah Semarang. Karena alatnya sudah terintegrasi langsung sesuai alat E-TLE di Jakarta. Sedangkan di Polres Tegal sendiri sementara baru di satu titik yang terpasang kamera CCTV yaitu di jalan MT. Haryono,” ungkap AKP Himawan, pada Tribunjateng.com.

Tidak hanya menggunakan kamera yang terpasang di lampu lalu lintas (CCTV), tapi masing-masing personil (petugas) juga dibekali kamera GoPro atau kamera portabel yang diletakkan di helm.

Tujuannya, saat petugas sedang patroli atau tidak sengaja menjumpai orang yang melakukan pelanggaran lalu lintas, petugas bisa menindak secara langsung.

Karena sudah terintegrasi dengan operator yang bertugas di posko E-TLE sehingga bisa langsung diproses.

“Target kami di bulan ini kamera CCTV bisa terpasang di tiga titik yaitu lampu merah jalan MT. Haryono Slawi, lampu merah Exit Tol Adiwerna, dan lampu merah Rama,” ujarnya.

Terkait proses kerja E-TLE, lanjut AKP Himawan, ketika menemukan pelanggar maka hasil dari rekaman video otomatis tersambung ke petugas yang ada di posko E-TLE.

Setelahnya petugas dari posko memproses data pengendara yang melakukan pelanggaran. Termasuk identifikasi data kendaraan, data dukcapil, data deteksi wajah, dan lain-lain.

Bukti pelanggaran nantinya akan dicetak termasuk hasil identifikasi yang tadi disebutkan dan dikirimkan kepada pelanggar. Untuk proses pengirimannya sendiri Polres Tegal bekerja sama dengan Kantor Pos Slawi.

“Saat pelanggar sudah menerima surat, nantinya ada tiga pilihan apakah hadir sendiri ke ruang pengaduan Polres Tegal, link nomor Whatsapp Satlantas Polres Tegal, dan memberikan alamat email untuk konfirmasi. Selanjutnya kami akan memberikan bukti penilangan dan nomor BRIVA (BRI Virtual Account) supaya pelanggar bisa langsung membayar denda melalui ATM BRI. Nah struk pembayarannya akan kami terima sebagai bukti dan tidak ada catatan di kepolisian,” terangnya.

AKP Himawan menegaskan, setelah surat pelanggaran diterima, pihaknya memberikan jangka waktu sampai 10 hari. Jika dalam waktu tersebut tidak ada respon, maka nomor kendaraan akan diblokir.

“Jika ditemukan pelanggar yang tidak sesuai dengan data kendaraannya, maka saat surat dikirim ternyata kendaraan sudah pindah tangan atau dijual wajib konfirmasi ke kami. Bahwa kendaraan sudah pindah tangan dari A ke si B tujuannya supaya tepat sasaran,” tegasnya.

Sumber : https://jateng.tribunnews.com/2021/03/23/e-tilang-resmi-diterapkan-di-wilayah-kabupaten-tegal-berikut-titik-yang-terpasang-cctv.

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *